Staf Khusus Menristekdikti: Kampus Tidak Boleh Diboncengi Kepentingan Pilkada

0
145

MEDAN (Waspada): Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) A. Jabidi Ritonga mengingatkan, kampus tidak diboncengi kepentingan politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018.

“Jangan sampai kampus menjadi berseminya bibit perpecahan kelompok akademisi atas dukungan politik yang berbeda. Sebaiknya kampus tetap mampu memberikan pandangan, pengawalan proses pilkada secara baik. Tentu Kemeristekdikti akan melakukan tindakan tegas jika kampus diboncengi kepentingan politik Pilkada,” ujar Jabidi kepada wartawan melalui telepon, Rabu (10/1).

Ia berharap, pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa yang ada di Sumatera Utara (Sumut) tetap berdiri di atas kepentingan bangsa, dan satu kepentingan bersama. Dengan demikian akan tumbuh generasi bangsa yang sehat, sejahtera, hidup damai dan berdampingan.

“Siapa lagi kalau bukan insan perguruan tinggi yang menjaga dan mendorong tumbuhnya demokrasi yang sehat, aman, dan jauh dari rasa ingin memisahkan dan merusak hubungan di tengah masyarakat. Ini mengingat Indonesia sangat kuat dengan nilai-nilai budaya, agama, dan persaudaraan. Karena itulah, Pilkada jangan sampai merusak tatananan nilai yang sudah ada,” kata putra Sumut ini.

Karena jika kedamaian  terusik dan terkoyak, kata Jabidi, akan sulit merekatkannya kembali oleh pasangan kepala daerah terpilih. Sebab luka batin sangat sulit mencari obatnya.“Maka, peran penting insan kampus dalam mendorong proses politik dan demokrasi yang sehat khususnya Pilkada di Sumut tetaplah kita harapkan.

Dalam hal ini diharapkan pimpinan perguruan tinggi dan insan kampus lainnya menjaga netralitas dan independensi kelembagaan dalam menyikapi Pilkada guna menjaga hubungan di tengah masyarakat Indonesia,” tandas mantan aktivis mahasiswa ini dan saat ini menjabat Wakil Sekjen DPP KNPI ini. (m49/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here