Penolakan Djarot-Sihar Di Sergai Meluas

25
38884
Ketua PPP Sergai Sugiatik SAg bersama pengurus DPC, PAC dan Pimpinan Rating PPP usai menggelar rapat penolakan Paslon.Djarot-Sihar Sitorus di kantor partai di Desa Firdaus Kec.Sei Rampah, Kamis (11/1) Waspadamedan.com/Istimewa.

SEIRAMPAH (Waspadamedan.com): Penolakan Pasangan Bakal Calon (Paslon)    Gubernur dan Wakil Gubernur  Sumatera Utara (Sumut) periode 2018-2023  Djarot Syaiful Hidayat – Sihar Sitorus yang diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP ) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus meluas khusunya di Kab.Serdang Bedagai (Sergai)

Sebelumnya DPC PPP Sergai melalui Ketuanya Sugiatik SAg, Rabu (10/1) malam kepada Waspadamedan.com  dengan tegas menolak Paslon Djarot-Sihar  yang diusung koalisi  PDIP dan PPP yang akan bersaing pada Pilkada Sumut Juni mendatang, bahkan dukungan keduanya oleh DPP PPP dinilai tidak sesuai AD/ART PPP karena mengusung Paslon yang bukan Muslim, sehingga PPP Sergai tidak akan melaksanakan perintah DPP PPP .

Ternyata penolakan DPC PPP Sergai meluas hingga ke Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP  dan Pimpinan Ranting se Sergai dan puncaknya, Kamis (11/1) sore   DPC PPP Sergai menggelar rapat di kantor partai di Desa Firdaus Kec.Sei Rampah  bersama 17 PAC dan belasan  Pimpinan Ranting se Sergai  untuk menolak dengan tegas keputusan DPP PPP yang mengusung pasangan Djarot- Sihar Sitorus sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada Pilkadasu 2018.

Ketua DPC PPP Sergai Sugiatik, S.Ag didampingi Sekretaris Abdul Firman SPdI, MSi dan Bendahara Hari Ananda SPd, MSP kepada Waspadamedan.com, Kamis malam via telepon seluler menuturkan penolakan tersebut  didasari oleh beberapa hal yang  pertama, karena pasangan calon yang ditetapkan “Pelangi” alias bukan muslim-muslim, hal tersebut jelas-jelas melanggar AD/ART dan sangat melukai hati umat Islam.

Kedua lanjut Sugiatik, proses penetapan Paslon itu  mengabaikan rekomendasi yang diputuskan DPW PPP Sumut hasil Rapat Pimpinan Wilayah Khusus (Rapimwilsus) beberapa waktu yg lalu di Theme Park Hotel, Pantai Cermin. (c03/C)

baca juga Kader

PPP Sumut ‘DPO’-kan Romahurmuziy,  

Dianggap Tidak Patuhi Kebijakan DPP PPP, Yulizar Parlagutan Diganti

25 KOMENTAR

  1. udah pak balik jakarta aja,urus masalah reklamasi itu
    sumut gak butuh orang kayak bapak,buktinya udah banyak penolakan dari berbagai pihak

    • iya semoga makin dekat pilkada makin bertambah lah daerah yg menolak djoss jdi biar si djarot pulang ke jakarta buat ngurus masalahnya

  2. Pemikiran awal dr kebencian, NKRI bukan di bentuk oleh agama. Sadar kamu ya pakai otakmu klo bt komen. Djarot sdh teruji kamu lht debat itu. Edy ga ada otaknya nafsunya ja yg gede dan musa naik hanya mau mengamankan harta bpknya hsl korupsi itu.

    • Halo lae..
      Pakai logika lae,otak mu itu yg kau pakai lae.
      Kalau memang djarot sudah teruji.kenapa dia kalah waktu pilgub dki??????????????
      Padahal sebelum nya dia kan udah menjabat di situ???
      Terus kalau memang dia mantap,kenapa tak di pilih warga lg waktu pilgub dki itu??????

      Pakai otak mu lae, kau bilang lg musa naik karna mengamankan harta bapak nya hasil korupsi.
      Gk ada tv kau di rumah,gk bisa kau belik koran.gk kau baca itu masalah lahan register 40 sihar sitorus??

  3. Alah..
    Heran aku
    si sihar ini..ngurusin komplek nya aja gak sanggop..mau pula ngurusin sumut..hahahaha..ancorr kita.
    Kalau si jarot..ni mau gak mau putus urat malu na..titah nek lampir harus ditegakkan..mapus la kita kalo dipimpin sm kecebong lampir ini..

  4. Sihar sotorus
    ngurusin komplek nya aja gak sanggop..mau pula ngurusin sumut..hahahaha..ancorr kita.
    Djarot..ni mau gak mau putus urat malu na..titah nek lampir harus ditegakkan..
    Hajab la kita kalo dipimpin sm kecebong lampir ini..

  5. Sumut tak perlu profokator. Karena orang Sumut cerdas semuanya, siap mati dan siap mematikan jika ada yang berbuat masalah. Masyarakat Sumut terkusus Siantar-Simalungun tidak bisa di pengaruhi apalagi di profokator i. Politik tetep politik. Pilihan sudah pasti berbeda, mari kita berdemokrasi dengan akal sehat, jangan melibatkan agama. Karena Allah tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk saling membenci, akan tetapi Allah mengajarkan umatnya saling mengasihi semua ciptaan nya seisi dunia ini. Mari kita bersatu untuk memajukan negara yang kita cintai ini.

  6. Emank ny kalian yakin kalau putra asli medan bakalan membuat sumut jadi lebih baik.
    Lihat aja yng sudah2 mana ada yng becus.
    Dan kalian lihat kepemimpinan ny di jakarta dia lebih bagus mau menerima aspirasi masyarakat dan murah senyum orang ny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here