DPRD Pertanyakan Data Pangan Nasional

0
94

MEDAN (Waspada): Pemerintah berencana akan mengimpor 500.000 ton beras untuk menekan harga beras yang melonjak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar. Impor beras tersebut dilakukan untuk mengisi kekurangan pasokan hingga musim panen. Hal itu membuat anggota DPRDSU mempertanyakan data pangan nasional terkait ketersediaan beras.


Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Aripay Tambunan, mempertanyakan hal tersebut, mengingat sebelumnya pemerintah pernah menyatakan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Namun akhir-akhir ini harga beras melambung tinggi. HET beras premium sebesar Rp 9.300, namun kenyataannya mencapai Rp 10.500 hingga Rp 11.500.

“Saya bingung dengan data nasional ini. Sekali waktu mengklaim kebutuhan beras secara nasional aman. Berartikan tidak ada masalah. Tetapi kenapa sekarang tiba-tiba harus impor beras, karena harga mahal. Berarti kebuthan tidak tercukupi. Jadi sebenarnya data yang disampaikan kemarin itu benar atau tidak?” ujarnya, Jumat (12/1).

Sementara terkait kebijakan impor beras dari Thailand, Vietnam dan sejumlah negara lainnya tersebut, menurut Aripay, merupakan langkah yang sah-sah saja jika dilakukan untuk memberikan harga beras yang stabil pada masyarakat.

Jika memang negara harus melakukan impor beras untuk mengantisipasi melambungnya harga beras sebagai pangan utama masyarakat Indonesia, maka kebijakan tersebut tidak dapat ditolak.

Meski begitu, dia mengingatkan agar impor beras tersebut harus dilakukan dengan kalkulasi yang benar, agar tidak menimbulkan masalah lainnya di kemudian hari. Impor beras harus dilakukan dengan perhitungan hanya untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak.

“Impor yang dilakukan bisa dihitung agar sesuai dengan kebutuhan penyangga. Harus dengan kalkulasi yang tepat. Kita tidak berharap petani gagal panen, tapi kita harus memprediksi kebutuhan yang mendesak itu berapa. Impor kebutuhan yang mendesak saja, jangan impor terlalu banyak sampai akhirnya merugikan petani kita yang juga sebentar lagi memasuki masa panen,” tambahnya.

Sebagai informasi, akhir Desember 2017, Kementerian Pertanian memastikan stok beras aman sampai tahun 2018 mendatang. Perum Bulog juga turut memastikan stok pangan di gudang Bulog aman. Akhir tahun lalu, Bulog bahkan mengklaim stok beras aman hingga enam bulan mendatang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Namun faktanya, pemerintah harus mengimpor beras pada Januari 2018 untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Beras yang akan diimpor tersebut merupakan beras khusus dan akan dijual sesuai dengan HET beras medium yakni Rp 9.300 per kg. (h02/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here