Guru Besar UINSU: Sikap PPP Tolak Calon Non Muslim Harus Nyata

0

MEDAN (Waspada): Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Dr. Abdullah, menilai sikap pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut menolak calon non muslim pada Pilgubsu 2018, tidak berlebihan. Karena itu sesuai dengan azas PPP.

“Sebagai partai berazaskan Islam, sikap DPW PPP Sumut sudah tepat. Sedangkan keputusan DPP PPP bertentangan dengan ideologi partai, “ kata Prof. Abdullah, ketika dihubungi Waspada, Jumat (12/1). Dia menanggapi gejolak di internal PPP pasca keputusan DPP PPP mendukung calon non muslim.
Prof. Abdullah, mengatakan jika partai berazaskan Islam, maka pedomannya adalah Alquran dan Hadist. Di dalam Alquran secara tegas dijelaskan bagaimana aturan bagi umat Islam memilih seorang pemimpin.

“Jadi, sikap pengurus DPW PPP sudah tepat. Sedangkan keputusan DPP PPP sangat keliru, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. Sikap DPP PPP tersebut membuat makna PPP sebagai rumah besar umat Islam, hanya sebatas slogan saja “ sebutnya.

Abdullah, berpendapat agar pernyataan dan sikap DPW PPP Sumut tidak terkesan hanya sandiwara politik, maka elit DPW PPP Sumut harus secara tegas meminta seluruh kader dan simpatisan PPP Sumut untuk seragam menolak memilih calon non muslim.

”Harus ada pernyataan tegas. Jangan sekedar menolak dan menunggu, tanpa ada aksi nyata yang menjadi rujukan kader dan simpatisan partai,” sebutnya.

Kalau hanya sekedar pernyataan di media dan tidak ada aksinya, menurut Abdullah, hal tersebut maka akan semakin memperburuk citra partai.

Menurutnya, DPW PPP Sumut harus benar-benar membuat aksi nyata, sehingga DPP PPP mencabut dukungannya terhadap calon non muslim. Sebab, DPW PPP Sumut berada pada posisi yang benar sesuai azas partai. ”Saya pikir partai-partai lain harus memahami dan menghormati azas yang dianut PPP,” tegasnya.

Seperti diberitakan, gejolak di internal PPP terjadi setelah DPP PPP mengeluarkan keputusan berkoalisi dengan PDIP dengan mendukung pasangan Djarot Saiful Hidaya – Sihar Sitorus, pada Pilgubsu 2018. Keputusan ini jelas bertentangan dengan azas PPP, namun diabaikan oleh DPP.

Akibatnya pengurus PPP Sumut melawan dengan berbagai aksi, mulai dari tidak menandatangi surat pencalonan pasangan Djarot-Sihar, membakar simbol dan foto Ketua DPP PPP Romahurmuziy, sampai pengurus dan kader PPP kubu Djan Faridz, membuang baju partai ke tong sampah. (m49/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here