Tapanuli Tengah Lokomotif Pariwisata Sumut

0
1418
Indahnya sunset di Tapanuli Tengah
Indahnya sunset di Tapanuli Tengah

WISATAWAN pastilah terpesona akan keindahan alami suatu obyek wisata alam (pantai, laut, pulau – pulau, hutan mangrove, pegunungan, gunungapi dsb) begitu juga wisatawan terpesona pada keindahan yang terkandung secara otentik dan unik obyek wisata budaya baik yang berupa warisan budaya (heritage) ataupun budaya yang hidup dan sedang berlangsung (living culture) di tengah – tengah masyarakat.

 

Tapanuli Tengah memiliki, menyimpan dan memancarkan pesona wisata itu lewat berbagai obyek wisatanya yang tersebar dari Manduamas ke Sibabangun. Tapanuli Tengah memiliki hamparan pantai yang sangat indah bersih berpasir putih yang luas menghampar puluhan kilometer, tersebutlah pantai – pantai yang sangat indah itu : Simanuk – manuk, Tapus, Sipaubat, Kahona, Sitiris – tiris, Barus, Kedai Gedang, Bottot, Binasi, Bilalang, Kayu Putih, Sibalango, Kuta dan Mela, Pandan, Carita, Bosur, Hajoran, Kalangan, Sijago – jago dan pantai eksklusif Pantai Monyet.

Pantai – pantai yang sangat indah di Tapanuli Tengah ini lebih memesona dari pantai – pantai eksotik di Kepulauan Karibia Samudera Atlantik yang merupakan destinasi wisata eksklusif wisatawan berkantong tebal. Pantai – pantai Tapanuli Tengah ini ‘World Class’ punya lah!

Mursala yang terletak di Samudera Indonesia dapat dijangkau dalam waktu singkat 1 jam dengan speed boat dari Pandan atau Sibolga.

Pulau Mursala adalah pulau yang dibangun oleh kegiatan gunung api purba. P. Mursala adalah pulau bekas gunung api. P. Mursala yang berada dalam lingkungan laut dan pulau pulau  kecil di seputarannya merupakan suatu gugusan wisata bahari  yang sangat eksotik. P. Mursala ditumbuhi oleh hutan tropis yang eksotik berada pada lingkungan laut yang kaya dengan ikan dan biota laut yang indah. Belasan air terjun yang indah terdapat di negeri sejuta pesona itu, sebutlah misalnya : air terjun Aloban Bair, air terjun Silaklak, air terjun Mursala.

Ekowisata dan Geowisata sangat cocok di obyek wisata air terjun ini. Sekurang – kurangnya terdapat 3 (tiga) kawasan mangrove : Badiri, Pandan, Kolang yang dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove sebagaimana dikembangkan dengan serius oleh Malaysia dan Singapura. Ekowisata mangrove tempat dimana wisatawan dapat belajar tentang ekosistem kehidupan laut : no mangrove no fish !Tapanuli Tengah adalah negeri indah yang memesona oleh karena harmoni masyarakatnya. Ini negeri dimana masyarakat menghargai kemajemukan, masyarakat yang bersahabat dan masyarakat yang berbudaya.

Selain budaya yang telah menjadi warisan (heritage) seperti : kota tua Barus terdapat pula situs – situs makam Papan Tinggi, makam Mahligai yang sarat dengan nilai – nilai religi. Walaupun tidak setua kota Hebron di Palestina kota Barus adalah kota tertua di nusantara yang telah terhubung sejak 1000 tahun lalu dengan negeri 1001 malam Persia. Ada benteng Portugis yang memiliki nilai historis betapa kota tua Barus memiliki posisi strategis bagi orang Portugis di zamannya.

Ada desa nelayan Pasar Tarandam di kota tua Barus yang punya kisah tersendiri pula, kenapa pula desa ini bernama pasar Tarandam, tentu ada kisah yang mempesonakan wisatawan jika dikemas dengan cermat. Situs pariwisata ‘Cawan Perjamuan Kudus’ di Barus Utara merupakan ‘check point’ rekam jejak perjalanan ziarah dan pelayanan seorang misionaris independen Nommensen untuk memerangi ‘kejahilan’ di Tano Batak, kisah perjalanan ziarah yang otentik dan unik.

Rumah – rumah peninggalan masa lampau di Barus juga punya cerita tersendiri yang pastilah memesonakan kalau dieksplorasi mendalam. Tell tourists who we are honestly, sincerely, friendly! Tapanuli Tengah tak dapat diragukan memiliki, menyimpan dan memancarkan sejuta pesona wisata yang mengesankan melalui obyek – obyek wisata alam (pantai, laut, mangrove, pulau – pulau, air terjun, sungai – sungai, pegunungan, keanekaragaman hayati) dan obyek wisata budaya yang ‘heritage’ maupun yang sedang berlangsung (living culture) yang unik dan otentik dalam bingkai harmoni yang utuh dari masyarakatnya yang majemuk.

Kegiatan dan pergerakan wisatawan ke obyek – obyek wisata Tapanuli Tengah dapat dipandu ke kawasan – kawasan pariwisata Barus – Manduamas – Sirandorung dengan obyek – obyek wisata pantainya yang indah : pantai Kahona, pantai Sitiris – tiris, pantai Sipaubat, pantai Simanuk – manuk, pantai Tapus, pulau Karang serta ke obyek wisata sejarah dan budaya kota tua Barus dengan situs – situs Mahligai, Papan Tinggi, benteng Portugis, desa nelayan tradisional Pasar Tarandam.

Ke gugus kawasan wisata Sosor Gadong, Sorkam, Kolang dengan objek wisatanya pantai – pantai yang indah memesona : Kedai Gedang, Binasi, Kolang, air terjun Silaklak yang memukau, obyek wisata Desa Kubu, ekowisata mangrove Kolang. Ke gugus kawasan wisata Tapian Nauli, Pandan, Badiri, Sibabangun dengan obyek wisata pantai yang indah pantai Pandan, pantai Carita, pantai Bosur, pantai Kalangan, obyek wisata desa nelayan Hajoran, ekowisata Sitahuis – Sarudik – Sibabangun – Badiri dengan air terjun air terjun yang menawan : Aloban Bair, Sibuni – buni, Bonan Dolok, Aek Meranti dan wisata lintas alam bukit Tombak Rancang.

Ke kawasan wisata bahari P. Mursala di Samudera Indonesia, sebuah pulau bekas kegiatan gunungapi purba dengan pulau – pulau kecil di sekitarnya : P. Kalimantung Na Godang, P. Kalimantung Na Menek, P. Silabu Na Godang, P. Silabu Na Menek, P. Tariba, P. Talam, P. Putih, P. Jenggi menawarkan wisata bahari yang eksotik : berlayar susur pulau – pulau, renang, snorkeling, menyelam (scuba diving) ‘dolphin tour’, memancing, olahraga air (water sport – jet ski tour), fotografi bawah air, ‘jungle trekking hutan tropis’, panjat tebing air terjun Mursala, berjemur (sun bathing) di paparan pantai berpasir putih bersih di P. Putih dan P. Kalimantung Na Godang.

Perwujudan

Namun, walaupun pesona kawasan wisata pantai dan kawasan wisata laut dari negeri sejuta pesona Tapanuli Tengah tidak kalah dengan destinasi wisata pantai dan laut dari Karibia di Samudera Atlantik, tetapi sepertinya kurang realistis jika kita mengambil model pengembangan kawasan wisata pantai dan laut dari Karibia yang menjadi daerah tujuan wisata eksklusif kaum wisman kaya Eropa dan Amerika karena satu dan lain alasan.

Lebih realistis kalau kita menggunakan atau mengadopsi model pembangunan dan pengembangan kawasan wisata pantai dan laut dari Langkawi – Malaysia negeri sesama rumpun Melayu dalam mewujudkan Tapteng negeri sejuta pesona ini sebagai lokomotif pariwisata Sumut bahkan di Indonesia Bagian Barat.

Pesona wisata pantai Langkawi tidaklah se’menggoda’ pesona pantai – pantai Tapanuli Tengah, namun pantai – pantai di Langkawi : Cenang, Tengah, Kok, Burau, Datai, Pebble, Tengkorak, Pasir Hitam, Tanjung Rhu telah mengundang dan menciptakan investasi pariwisata bernilai multi miliar dollar.

Perekonomian Langkawi utamanya digerakkan oleh ekonomi pariwisata yang telah memunculkan Langkawi sebagai ‘the rising star’ pariwisata di Asia dalam kurun waktu yang singkat dengan kunjungan wisata yang hampir melampaui Bali. Oleh karena itu sebagai sesama rumpun Melayu tentu tidaklah perlu sungkan untuk berguru ke jiran Malaysia yang dalam faktanya saat ini tidak hanya memimpin dalam kunjungan wisman terbanyak di Asean dengan perolehan devisa dari pariwisata pada kisaran USD 30 miliar pertahun tetapi juga jiran kita ini diperhitungkan secara signifikan dalam kancah percaturan pariwisata global.

Jadi perlu optimis mewujudkan Tapteng sebagai penggerak pariwisata Sumut itu walaupun kita tidak seberuntung Langkawi – Malaysia yang memiliki pemimpin berhati nurani dan berdedikasi luhur bagi rakyat Melayu sekaliber Dr. Mahathir Muhammad, pemimpin visioner ‘the man of action’ yang ‘rame ing gawe’ untuk menyejahterakan rakyat Melayu sebesar – besarnya pada kesempatan pertama tanpa menunggu ‘tetes – tetes sisa’ (residual of trickle down effect) dalam pembangunan pariwisata Langkawi.

LADA (Langkawi Development Authority) adalah lembaga yang melayani, misalnya, mengembangkan Pulau Payar Marine Park, satu jam perjalanan di tenggara Langkawi yang banyak dikunjungi wisman Eropa dan Amerika dan ‘making money’, tak lah se’menggoda’ pesona wisatanya dibandingkan dengan P. Mursala di samudera Indonesia itu.

LADA secara simultan membangun, memajukan dan mengembangkan pariwisata yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat tempatan atau masyarakat lokal seperti di Kilim River, Tanyung Rhu, Padang Matsirat dan tempat lainnya di Langkawi sebagai penerapan Pro Poor Tourism. Dr. Mahathir tampaknya tidak terkesan pada investasi multi miliar dollar di sektor pariwisata kalau rakyat Melayu di Langkawi tetap ‘kere’.

tulah sebabnya Dr. M dengan komitmen yang kuat dan konsisten mengangkat harkat hidup dan martabat rakyat Melayu perdesaan di Langkawi lewat pariwisata yang berpihak kepada rakyat. Sebelum orang lain sempat memikirkan Pro Poor Tourism Dr. M telah melakukan pengentasan kemiskinan dengan instrumen ekonomi pariwisata yang berpihak kepada rakyat Langkawi. Langkawi adalah contoh terbaik implementasi Pro Poor Tourism di dunia.

Karena tujuan dari pengembangan pariwisata adalah untuk mensejahterakan rakyat maka langkah – langkah yang perlu ditempuh secara simultan, pertama melakukan pemberdayaan masyarakat setempat (Tapteng) antara lain lewat pelatihan – pelatihan penyadaran seperti misalnya ‘hospitalitation training’ dan berbagai pelatihan keterampilan yang berkaitan dengan kepariwisataan, keikutsertaan dalam setiap kegiatan/program kepariwisataan dan dukungan modal untuk mengembangkan program usaha kepariwisataan.

Langkah kedua melakukan promosi daya tarik obyek – obyek wisata Tapteng secara ‘all out’ ke mancanegara dan ke nusantara. Kenduri laut (Fiesta Del Mal Lamare), Sail Mansalar, Tour de Ancient Barus merupakan upaya promosi yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

Langkah ketiga adalah meciptakan aksesibilitas yang lancar mencakup pembangunan infranstruktur jalan dan ketersediaan moda trasnportasi. Langkah keempat mengadakan amenitas dan fasilitas pariwisata. Tentu saja diperlukan pendanaan yang signifikan untuk mewujudkan negeri sejuta pesona Tapanuli Tengah ini menjadi lokomotif pariwisata Sumut yang mensejahterakan rakyat pada kesempatan pertama.

Dana untuk pembangunan infrastruktur, amenitas dan fasilitas pariwisata pada setiap Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Tapanuli Tengah  serta dana untuk pemberdayaan masyarakat pariwisata Tapanuli Tengah perlu ‘dijolok’ ke pemerintah pusat. Apalagi sebagaimana pernyataan Presiden RI Bapak Joko Widodo pada peringatan hari pahlawan yang lalu di Surabaya bahwa telah terjadi perubahan kiblat pembangunan yang selama ini ‘Jawa Sentris’ menjadi ‘Indonesia Sentris’.

Untuk itu segenap masyarakat Tapteng sedunia perlu bergandeng tangan untuk men’jolok’ dana guna mewujudkan Tapteng sebagai lokomotif pariwisata Sumut bahkan Indonesia Bagian Barat. Menko Rizal Ramli perlu diberitahukan akan sejuta pesona wisata Tapanuli Tengah ini agar Menko Rizal Ramli memplot Tapteng sebagai prioritas utama dalam pembangunan kepariwisataan Indonesia. Untuk itulah kita harapkan Putra Sorkam Bang Akbar Tanjung ‘turun gunung’ untuk mewujudkan negeri sejuta pesona Tapanuli Tengah ini sebagai penggerak utama pariwisata Sumatera Utara yang mensejahterakan rakyat pada kesempatan pertama.

Naskah oleh: Jonathan I. Tarigan

Foto oleh: Muhammad Faisal

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here