Bunuh Adik Kandung Karena Harta Warisan

0
423

PERBAUNGAN (Waspada): Dihadapan Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejari Sergai dan kuasa hukumnya Etty Renita Siregar, SH. M alias Ulih,60, warga Dusun Kedondong, Desa Melati II, Kec.Perbaungan, Sergai ini dalam rekontruksi memperlihatkan cara membunuh adik kandungnya Rodiah alias Galuh warga yang sama, digelar pihak Polsek Perbaungan, Senin (29/1).

Rekonstruksi tersebut dihadiri Kapolsek Perbaungan AKP Ilham Harahap, SH,MH, JPU Kejari Sergai Juita Citra Wiratama, Tumpak Sihotang, Wira, Kuasa Hukum Tersangka, Etty Renita Siregar, SH, anak serta suami korban.

Rekonstruksi tersebut berjalan lancar, sebanyak sebelas adegan diperagakan Ulih dengan tenang. Ulih melakukan pembunuhan tersebut dibantu anak kandungnya yakni S alias Heri,35, warga yang sama (DPO), ulih nekat membunuh adiknya karena cemburu dan merasa kesal dengan korban yang ingin menguasai harta warisan orang tua mereka.

Dengan modus mengobati korban dengan ilmu kebatinan, Ulih yang dibantu anak kandungnya itu mengobati korban yang dirasuki roh jahat tersebut dengan cara yang tidak wajar seperti terlihat diadegan ke sembilan, tubuh korban dipukuli dengan mengunakan kayu yang dibungkus kain pelaku juga memijak tubuh korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Setelah itu pelaku memberitahukan kepada Misdi (suami korban) bahwa istrinya telah meninggal akibat diobati dan pelaku mengatakan jagan ribut-ribut. Kemudian pelaku bersama anaknya pergi meninggalkan korban.

Kapolsek Perbaungan AKP Ilham SH,MH mengatakan, rekontruksi pembunuhan ini digelar untuk memperjelas kronologis kejadian sebenarnya dan lokasi sengaja dilakukan di Polsek Perbaungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kejadian tersebut terjadi dikediamna korban pada 29 September 2011 dan pelaku berhasil ditangkap dikediamnnya setelah pulang dari tempat pelariannya di Rantau Prapat.

Akibat perbutannya tersangka diduga melagar pasal 340 Subs pasal 338 Subs pasal 170 ayat 2 ke 3e dari KUHPidana sehubungan laporan polisi nomor LP/2011/SU/RES SERGAI/ Sek Perbaungan tanggal 29 September 2011. Dengan ancaman seumur hidup, Anak kandung korban, Nurcitra Dewi alias Dewi,29, usai rekonstruksi mengatakan, dirinya sangat menyesalkan pembunuhan yang dilakukan. (cam) [Selengkapnya di edisi cetak Harian Waspada]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here