TAFSIR ALQURAN APLIKATIF Islam Kaffah (Surah Albaqarah: 208-210) Oleh Dr Faisar A. Arfa, MA

0
155

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah Setan. Sesungguhnya Setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, Maka ketahuilah, bahwasanya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan Malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya, dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan (QS.Albaqarah: 208-210)

Ayat ini menyeru orang orang yang mengaku beriman untuk meningkatkan kualitas keimanan mereka. Sebab pengakuan iman saja tidak cukup tapi harus dibarengi kerja keras dan kerja cerdas meningkatkan kualitas keimanan mereka dengan cara menjadikan Allah sebagai satu satunya Tuhan mereka. Karena itu Alquran mendorong umat Islam untuk menjual dirinya hanya kepada Allah untuk mencari mardatillah.

Satu-satunya cara mencapai derajat ini adalah dengan masuk Islam secara kaffah (menyeluruh). Arti menyeluruh adalah tidak hanya Islam ketika berada di masjid, tapi juga harus Islam ketika berada di luar masjid. Tidak hanya Muslim ketika beribadah tapi juga harus Muslim ketika berbisnis, berpolitik, dan berbudaya. Karena itu umat Islam harus memilih bank Islam, partai politik Islam dan berbudaya Islam. Inilah yang dimaksud dengan udkhulu fissilmi kaffah. Kelemahan umat Islam sekarang ini adalah karena mereka hanya beragama Islam ketika beribadah kepada Tuhan, namun mereka meninggalkan Allah ketika berbisnis, berpolitik dan berbudaya. Itu sebabnya umat Islam sekarang tidak mampu berkiprah secara internasional.

Allah Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba Nya yang beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasul-Nya, agar berpegang kepada seluruh tali Islam dan syari’atnya, mengerjakan perintah-Nya, serta menjauhi semua larangan-Nya sekuat tenaga. Ahli tafsir menuturkan: “kerjakanlah semua amal shalih dan segala macam kebajikan yaitu bahwa mereka seluruhnya diperintahkan untuk mengerjakan semua cabang iman dan syari’at Islam, yang jumlahnya sangat banyak, sesuai dengan kemampuan mereka”.

Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah Setan. Laksanakanlah segala ketaatan dan hindari apa yang dibujukkan Setan kepada kalian karena Allah Ta’ala mengingatkan bahwa Sesungguhnya Setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui (QS. Al-Baqarah: 169). Karena itu Allah mengategorikan innaHuu lakum ‘aduwwum mubiin (Sesungguhnya Setan itu musuh yang nyata bagi kalian).

Kebanyakan orang yang mengaku beragama seperti bani Israel, hanya mau menerima syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan dalam kitab Taurat atau disampaikan nabi Musa as sebagai Rasul-Nya pada waktu itu jika syari’at tersebut tidak bertentangan dengan hawa nafsu mereka. Namun jika syari’at tersebut menurut pandangan mereka jika diterapkan dapat menghalangi kepentingan duniawi, hawa nafsu dan syahwat mereka, atau tidak bisa diterima logika mereka yang sempit, maka mereka tidak mau beriman dan mengamalkan syari’at Allah tersebut.

Dua ayat dalam surah Al-Baqarah, pertama ayat ke 208, dan kedua ayat ke-185 merupakan dasar pembahasan Islam kaffah. Maknanya adalah Islam secara menyeluruh, dengan seluruh aspeknya, seluruh sisinya, yang terkait urusan iman, atau terkait akhlak, atau terkait ibadah, atau terkait dengan mu’amalah, atau terkait urusan pribadi, rumah tangga, masyarakat, negara, dan yang lainnya yang sudah diatur dalam Islam.

Ini bermakna bahwa Islam kaffah, yang telah bersifat menyeluruh dari seluruh aspeknya, adalah Islam yang telah diterima para Sahabat dan yang diajarkan secara langsung Rasulullah SAW dan mereka amalkan berdasarkan contoh dari Rasulullah SAW. Bahkan pangawasan langsung dari Allah SWT. Kalau ada sesuatu yang tidak benar atau salah, maka turun ayat mengingatkan, atau turun ayat lagi merinci permasalahan tersebut. Karena itu Rasulullah SAW bersabda: Sebaik- baik generasi adalah generasi di mana Aku berada di sana. Maksudnya sebaik-baik dalam hal apa? Dalam seluruh urusan agama, akhlaknya para Sahabat terbaik, imannya juga terbaik. Ibadahnya, baik tingkat kualitas maupun tingkat kuantitas, para Sahabat terbaik. Karena Rasulullah SAW tegas, bahwa sebaik- baik generasi adalah generasi di mana Aku berada di situ.

Masalah Islam kaffah dengan umat dan kehidupan bernegara sangat berkaitan. Umat Islam sekarang yang sedang mengalami krisis identitas, mengalami kemerosotan di berbagai sektor kehidupan. Walaupun belakangan ini mulai meramaikan tempat tempat ibadah dan majelis taklim. Namun identitas diri mereka mengalami pengikisan cukup drastis. Generasi muda Islam banyak yang cenderung meniru dan mengadopsi budaya Barat. Sehingga sulit menunjukkan buah hasil dari ibadah dan akidah yang diajarkan di masjid dan majelis taklim akibat tekanan ekonomi cukup berat. Karena itu tugas cukup berat bagi orang beriman adalah kembali memahami dan menerapkan syariat Islam seperti Rasulullah SAW dan para Sahabat dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan berbangsa bernegara.

Untuk mencapai Islam kaffah umat tidak boleh meninggalkan politik, sosial, ekonomi, dan budaya dalam urusan kehidupan mereka. Sebab kalau hanya fokus dengan urusan zikir dan doa umat Islam tidak mungkin mencapai Islam kaffah. Elit umat Islam harus ada yang mengurus negara dengan menerapkan politik Islami sehingga partai politik yang mereka pimpin mampu menguasai parlemen dan melahirkan undang-undang selaras syariat yang diwajibkan Alquran.

Kaum pedagang dan pengusaha Muslim harus juga melibatkan diri dalam perdagangan dunia dan nasional sehingga persoalan riba yang diperingatkan oleh Alquran bisa dihindari umat semsksimal mungkin. Penguasaan sektor ekonomi sangat berpengaruh terhadap penguasaan sektor politik. Sebab politik ekonomi sangat menentukan arah masa depan umat. Dari dominasi bidang ekonomi dan politik maka umat Islam selanjutnya akan menumbuhkan budaya dan kehidupan sosial yang Islami seperti yang dituntunkan Alquran untuk mencapai ridha Ilahi guna menciptakan negara yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur.

Perjuangan ini sangat berat, karena itu Allah terus terang mengatakan adanya musuh yang bakal menghalangi perjuangan Islam kaffah ini. Musuh tersebut dilabeli oleh Alquran dengan istilah Setan dan ditenggarai sebagai musuh yang nyata. Padahal secara kasat mata manusia tidak bisa melihatnya namun Alquran menyebut Setan itu terdiri dari dua yakni jin dan manusia.

Ternyata sosok manusia Setan inilah yang paling kasat mata sehingga wajar Alquran menyebut aduwwun mubin. Mereka yang bisa menghambat proses menuju Islam kaffah. Mereka yang menghalangi semua upaya orang beriman menerapkan Islam kaffah dengan segala sumber dayanya. Fenomena pertarungan antara yang haq dengan batil akan jamak terlihat dalam kehidupan baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Orang beriman dituntut tidak mundur selangkah pun menghadapi musuh.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here