Dampak Banjir Jakarta 11.450 Jiwa Mengungsi

0
183

JAKARTA (Waspada): Banjir akibat luapan di bantaran Sungai Ciliwung di wilayah DKI Jakarta sampai Senin (6/2) masih berlangsung mengakibatkan 7.228 KK (kepala keluarga) atau 11.450 jiwa terdampak banjir sejak Minggu (5/2).

“Tinggi muka air di Katulampa hingga mencapai 240 centimeter atau level Siaga I pada Senin (5/2) pagi hingga siang hari, telah menyebabkan banjir di bagian hilir di Jakarta sejak kemarin sore hingga saat ini. Sebanyak 7.228 KK atau 11.450 jiwa terdampak banjir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (6/2).

Dikatakan Sutopo, 11.450 jiwa yang tredampak banjir itu meliputi 141 RT dan 49 RW di 20 kelurahan pada 12 kecamatan di Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

“Ribuan rumah terendam banjir. 6.532 jiwa mengungsi yang tersebar di 31 titik pengungsian di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Meskipun ribuan rumah terendam banjir, banyak masyarakat yang tidak bersedia mengungsi. Mereka tetap berada di rumahnya. Perabotan rumah tangga mereka telah dipindahkan ke lantai atas di rumahnya,” terang Sutopo.

Dampak banjir tersebar diberabagi wilayah itu, yakni wilayah Jakarta Timur, sebanyak 2.632 jiwa pengungsi berada di 24 titik pengungsian yaitu di Kecamatan Jatinegara sebanyaj 1.057 jiwa (14 titik) dan Kecamatan Kramatjati sebanyaj 1.575 jiwa (10 titik).

Sedangkan di Jakarta Selatan terdapat 3.900 jiwa di 7 titik, Kecamatan Pancoran 3.200 jiwa (4 titik), dan di Kecamatan Tebet 700 jiwa (3 titik).

“Bantuan logistik telah disalurkan kepada pengungsi. Secara umum penanganan berlangsung lancar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sutopo mengatakan, tinggi muka air di Katulampa dan Depok posisi normal (siaga 4) sedangkan di Manggarai siaga 3. Kondisi banjir relatif cepat surut karena debit dari bagian hulu menurun dan tidak ada hujan lokal yang berintensitas tinggi.

Selain itu, normalisasi Sungai Ciliwung yang dilakukan sebelumnya juga telah menyebabkan debit sungai menjadi lebih lancar mengalir. Aparat Pemda DKI Jakarta telah siaga di lapangan untuk mengantisipasi banjir. Pemprov DKI menyiagakan 450 unit pompa mobile dan stationer.

“Sebanyak 31 titik pos pengungsi telah dibuka oleh BNPB, BPBD, dan masyarakat di fasilitas umum seperti masjid, aula, kantor kelurahan, kantor kecamatan, RPTRA, fasilitas pendidikan, dan lainnya yang telah dihuni dan siap menerima warga yang akan mengungsi,” katanya. (j02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here