Terbukti Suap OK Arya, Dua Kontraktor Divonis 2 Tahun Penjara

0
345
Terdakwa penyuap Bupati Batubara Syaiful Azhar (batik lengan panjang )saat mendengarkan sidang vonis di PN Medan, Kamis (9/2).(Waspada/Rama Andriawan)

MEDAN (Waspada): Majelis hakim memvonis dua terdakwa kasus suap proyek pembangunan infrastruktur di Dinas PUPR Kab. Batubara pada 2017, yakni Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, selaku kontraktor dalam proyek itu, masing-masing 2 tahun penjara. Kedua terdakwa dinyatakan terbukti menyuap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dan Kadis PUPR, Helman Herdady.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berkelanjutan sesuai dakwaan primair. Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun,” ucapnya majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo di  Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (8/2).

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan kedua terdakwa membayar denda Rp100 juta.  Namun bila tidak dibayar, Maringan Situmorang harus dikurung penjara selama 6 bulan.  Sedangkan Syaiful Azhar mengganti dengan 3 bulan kurungan.

Pada 2016, Maringan Situmorang diketahui menyuap OK Arya,pada  proyek rehabilitasi jembatan Gambus Laut I dan Gambus  II serta jembatan Sei Tanjung senilai Rp1 miliar.  Kemudian di proyek 2017, ia memberikan fee Rp3,8 miliar.

Fee itu diberikannya untuk proyek pembangunan jembatan Sei Magung Kecamatan Medang Deras dengan pagu anggaran Rp12,3 miliar lebih. Serta, pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku sebesar Rp32,6 miliar.

Sementara Syaiful Azhar juga menyuap OK Arya melalui Helman Herdady untuk dimenangkan dalam proyek peningkatan jalan Labuhan Ruku menuju Masjid Lama Kecamatan Talawi sebesar Rp320 juta.

Perbuatan Maringan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a, dan Syaiful Azhar dikenakan Pasal 5 ayat (1) huruf b, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (cra/C)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here