BNK Agara Diduga Peras Calon Tenaga Honorer

0
342
Suasana ramai dan membludak di Kantor BNK Agara yang dipadati calon honorer untuk mendapatkan SKBN. Waspada/Abadi Selian
Suasana ramai dan membludak di Kantor BNK Agara yang dipadati calon honorer untuk mendapatkan SKBN. Waspada/Abadi Selian

KUTACANE (Waspada): Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Aceh Tenggara diduga kuat melakukan praktik pungli dan terkesan memeras calon tenaga honorer kabupaten yang mengurus surat bebas narkotika.

Malah beredar isu untuk mendapatkan surat itu tidak lagi melalui tes urine tetapi dengan membayar uang ratusan riburupiah.

Menurut sejumlah keterangan yang dihimpun Waspada hingga Kamis (8/2), sejumlah calon tenaga honorer yang mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) terpaksa merogoh uang pribadi mencapai ratusan ribu rupiah.

Biaya yang tak sedikit itu,selain untuk biaya kepengurusan juga sudah termasuk biaya membeli stik untuk alat penguji air seni yang disebut-sebut tidak ada dijual di Aceh Tenggara (Agara) melainkan hanya di daerah tertentu.

Malah ada pengakuan sejumlah calon tenaga honorer dalam 3 hari terakhir untuk mendapatkan SKBN tidak lagi menggunakan stik atau air seni lagi, melainkan hanya menyerahkan uang sekitar Rp 150 ribu hingga 200 ribu.

Biaya ini langsung diminta oknum yang bertugas di BNK Agara dan jika dibayar, maka surat sebagai salah satu syarat pendaftaran menjadi tenaga honor berbagai formasi di Setdakab Agara mulai dari sopir, kebersihan, tenaga administrasi umum dan penegak Perda atau qanun.

“Kami diminta uang senilai Rp150 ribu untuk mendapatkan SKBN, sementara disebutkantidak usah tes urine lagi dan su-ratnya besok diambil,” kata salah seorang calon tenaga honorer yang mengurus SKBN dan minta namanya jangan ditulis menirukan oknum petugas seorang wanita.

Sekaitan isu pungli dan terkesan memeras ketika dikonfirmasi kepada Ketua Harian BNK Agara M Ridwan menyatakan pihaknya ada melakukan pengutipan uang untuk biaya stiktes urine senilai Rp 60 ribu.

Namun jika mencapai ratusan diatidak mengetahuinya.Begitu juga dugaan adanya calon tidak dilakukan tes urine dengan membayar ratusan ribu,namun tidak dites urine, untuk hal ini Ridwan membantahnya.

Hal itu tidak benar tentunya menyalahi aturan.Pada kesempatan itu Ridwan juga mengakui calon honorer yang telah mengurus SKBN hampir sebanyak 5000 orang dan membuat petugas kewalahan hingga lembur.

Sementara amatan Waspada hingga hari ke-4 penerimaan tenaga honorer di Agara terlihat suasana membludak dikantor BNK Agara, begitu juga suasana sekretariat pendaftaran di Setdakab Agara juga masih membludak.

Menyoroti permasalahan ini, Sofyan S.Ag, salah seorang anggota DPRK Agara yang sejak awal memprotes kebijakan  honorer menyesalkan tindakan oknum BNK Agara yang sengaja memanfaatkan  momen ini untuk meraup keuntungan pribadi.

“Kami sangat menyesalkan tindakan oknum petugas di BNK serta meminta kepala daerah untuk menegur kepala BNK dan kalau terbukti ada benar memeras calon tenaga honorer sebaiknya diganti dengan orang lain,”tegas Sofyan Desky.(cas/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here