Di Nias, KTU Habisi Nyawa Bendahara UPT Disdik Bermotif Curas

0
Kapolres Nias AKBP Erwin HH Sinaga saat memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan Bendahara UPT Disdik Hiliduho, Sabtu (10/2). Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua
Kapolres Nias AKBP Erwin HH Sinaga saat memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan Bendahara UPT Disdik Hiliduho, Sabtu (10/2). Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua

GUNUNGSITOLI (Waspada): Kasus penganiayaan disertai penikaman yang mengakibatkan meninggalnya Bendahara UPT Disdik Hiliduho, Amirudin Gulo alias Ama Rohani bermotif pencurian dengan kekerasan (Curas) untuk memiliki ratusan juta uang yang dibawa korban.

Kapolres Nias, AKBP Erwin HH Sinaga didampingi Waka Polres, Kompol E. Harefa, Kasat Reskrim, AKP Hendrik Temaluhu, Ps Paur Humas, Bripka Restu Gulo kepada sejumlah wartawan di Mapolres Nias, Sabtu (10/2) mengatakan dari hasil penyidikan diketahui motif dari pembunuhan Bendahara UPT Disdik Hiliduho, Amirudin Gulo yang diduga dilakukan oleh YZ yang merupakan KTU  UPT Disdik Hiliduho yakni pencurian dengan kekerasan (Curas) untuk menguasai uang ratusan juta gaji guru yang saat itu dibawa korban.

Kapolres Nias, menjelaskan sebelum menganiaya korban, tersangka YZ warga Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kec. Gunungsitoli Barat dan korban masing masing mengendarai sepeda motor beriringan dari arah Kota Gunungsitoli menuju kantor mereka yang terletak di Kecamatan Hiliduho.

Tersangka yang bekerja sebagai Kepala Tata Usaha di UPT Disdik Hiliduho dalam perjalanan mengatakan kepada korban jika dia ingin meminjam uang sebesar Rp 1 juta. Tetapi korban yang bekerja sebagai bendahara pada kantor yang sama dengan pelaku menjawab sambil mengacungkan pisau kepada pelaku dengan berkata hanya pisau tersebut yang bisa dia berikan.

Pengakuan YZ, karena korban sempat berhenti dan mengacungkan pisau, maka pelaku merebut pisau milik korban dan menikam korban dengan pisau tersebut. Setelah menikam korban, pelaku kabur dan membawa tas milik korban yang berisi uang.

Pelaku kemudian kabur ke rumah kerabatnya di Desa Botolakha, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara dan mengaku kepada kerabatnya itu jika dia telah mengalami kecelakaan. Di rumah kerabatnya tersebut pelaku mengganti pakaiannya yang terdapat bercak darah dan memindahkan uang dari tas milik korban yang diambilnya ke dalam tas ransel miliknya.

Setelah tukar pakaian dan memindahkan uang, pelaku mengaku jika dia meninggalkan rumah saudaranya dengan jalan kaki dan menghentikan sepeda motor yang lewat. Dia kemudian dengan menumpang sepeda motor tersebut dan diturunkan di suatu daerah yang dia tidak ketahui dan masuk ke dalam hutan, ujar Kapolres.

Namun, saat melarikan diri di dalam hutan, pelaku mengaku bertemu dengan sejumlah orang tak dikenal, dan uang beserta tas yang dia bawa dirampas oleh orang orang tersebut.

Atas perbuatannya tersangka YZ  dijerat dengan pasal berlapis yakni  pasal 340, subsider 339 subsider 351 ayat 3 KUHPidana.

Sementara YZ di tempat yang sama kepada wartawan mengaku menyesal dan dia menganiaya korban karena membela diri. (a25)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here