Terowongan 8950M Padang-PKU 3 Jam, Rawat Bukit Barisan

0
350
Waspada/ist.dok Dewi Budiati Teruna Jasa Said. Presiden RI Joko Widodo usai menghadiri puncak HPN 2018 di Danau Cipago, Padang, Sumbar; beberapa jam sebelum melakukan ground breaking Seksi I tol Padang-Sicincin, Jumat (9/2).
Waspada/ist.dok Dewi Budiati Teruna Jasa Said. Presiden RI Joko Widodo usai menghadiri puncak HPN 2018 di Danau Cipago, Padang, Sumbar; beberapa jam sebelum melakukan ground breaking Seksi I tol Padang-Sicincin, Jumat (9/2).

Terowongan (Tunnel Tol) sepanjang 8.950 meter akan memperpendek ruas jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru, dibangun bertahap 2018-2023 dengan nilai investasi Rp.78,09 Triliun.

Seksi I Padang-Sicincin sepanjang 28 kilometer, diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Jumat 9 Februari 2018; usai puncak Hari Pers Nasional 2018, dengan melakukan ground breaking. Proyek berbiaya sekitar Rp 4,8 triliun ini ditargetkan rampung pada akhir 2018.

Jokowi mengatakan, jalan tol ini sangat dibutuhkan sebab jalan nasional yang ada satu-satunya sudah sangat penuh, berkendara dari Padang menuju Pekanbaru membutuhkan waktu sekitar 9 jam, waktu terlalu panjang dan tidak efisien bagi dunia bisnis dan perekonomian. Dengan adanya tol tersebut maka waktu yang dibutuhkan dari Padang ke Pekanbaru hanya 2,5 jam sampai 3 jam.

Jalan tol Padang-Pekanbaru dibangun tiga tahap hingga tahun 2023. Tahap I Padang-Sicincin 28 km, tahap II Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km, dan tahap III Sicincin-Bangkinang sepanjang 189 km.

Sustainable

Pembanguan tol Padang-Pekanbaru dengan biaya pinjaman investasi, seperti Jepang ambil bagian 40 kilometer termasuk pembangunan 7 kilometer terowongan, sekitar Rp.9,1 triliun.

Menurut Mentri PUPR Basuki Hadimuljono, terowongan diperlukan untuk melintasi kawasan pegunungan Bukit Barisan yang medannya sangat berat. Bila tidak menggunakan terowongan, rute akan lebih panjang 11 km.

Dikatakannya Selain medan yang berat juga akan rawan kecelakaan. Sangat menarik argumentasi Mentri PUPR dalam hal terowongan ini adalah ruas tol yang melintasi Bukit Barisan jika tanpa pakai tunnel akan merusak alam.

Inilah yang dimaksudkan dengan sustainable development atau pola pembangunan berkelanjutan, menjaga alam sekitar sebagai modal penting untuk merawat hasil pembangunan dimaksud sehingga berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tetap memelihara kelestarian alam.

Kawasan Bukit Barisan merupakan tulang punggung utama Pulau Sumatera dalam tatanan hubungan hutan, tanah dan air.

Sebelah timur pulau Sumatera banyak rawa rawa dengan sungai-sungai besar, seperti Sungai Kampar, Siak dan Sungai Indragiri (Riau), Batang Hari (Sumatera Barat, Jambi), Ketahun (Bengkulu), Musi, Ogan, Lematang, Komering (Sumatera Selatan), dan Way Sekampung (Lampung), Sungai Asahan, Barumun, (Sumatera Utara).

Sedangkan di bagian barat terbentang Bukit Barisan yang membujur dari utara hingga selatan, termasuk Riau dan Sumbar, seolah mendongak ke arah Samudera Indonesia sekaligus melindungi belahan timur Pulau Sumatera.

Gunung-gunung berapi yang hingga saat ini masih aktif, seperti Merapi(Sumatera Barat), Bukit Kaba (Bengkulu), dan Kerinci (Jambi).

Pulau Sumatera juga banyak memiliki danau besar, di antaranya Laut Tawar(Aceh), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Diatas, dan Danau Dibawah (Sumatera Barat), dan Danau Ranau (Lampung dan Sumatera Selatan).

Beberapa puncak Bukit Barisan melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjuntai sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudra Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangkadan Laut China Selatan.

Pembangunan jalan tol atau apapun untuk pelayanan publik yang tidak merusak rangkaian Bukit Barisan patut diapresiasi untuk menyelamatkan kepentingan manusia mendatang serta kelangsungan bumi yang stabil.*Nurkarim Nehe

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here