12 Ribu Warga Hadiri Maulid Akbar

0
Warga Banda Aceh dan sekitarnya saat hadir pada peringatan Maulid Akbar di lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (12/2). Waspada/T. Mansursyah

BANDA ACEH (Waspada): Sedikitnya 12 ribu warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya menghadiri peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1439 H yang digelar Pemko Banda Aceh di Lapangan Blang Padang, Senin (12/2).

Sebanyak 12 tenda berukuran raksasa didirikan di tengah lapangan menampung jamaah yang hadir untuk mendengar ceramah agama yang disampaikan Tgk Salman Saf, Pimpinan Majelis Zikrullah Aceh wilayah pantai barat selatan.

Ini kali pertama Maulid Akbar Pemko Banda Aceh digelar di Blang Padang dan dihadiri belasan ribu undangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan Maulid digelar di balai kota dengan jumlah undangan yang terbatas.

Sebelum tausiah, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bersama wakilnya Zainal Arifin menyerahkan santunan kepada 500 anak yatim. Acara kemudian di akhiri kenduri Maulid bersama dengan menu utama Bu Kulah dan Kuah Beulangong.

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminullah mengatakan peringatan Maulid Nabi diselenggarakan setiap tahunnya bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai luhur dan menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta membumikan syiar Islam.

“Marilah kita selalu meneladani dan mengaktualisasikan ajaran ketauhidan Rasulullah yaitu I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah dan menjauhi ajaran atau pemikiran-pemikiran sesat lainnya yang jauh dari tuntunan nabi kita tercinta,” pesan Aminullah untuk seluruh warga kota.

Selanjutnya wali kota mengajak warga menyalakan kembali identitas ureung Aceh dan budaya Aceh yang sarat dengan nilai-nilai agama agar tidak memudar tergerus zaman. “Salah satunya melalui perayaan Maulid, membaca zikir barzanzi, meudikee, meudala-e, peumulia jamee, mengaji setelah magrib, menutup tempat usaha kala tiba waktu shalat fardhu, shalat berjamaah, dan lain sebagainya, tanpa perlu ada perintah dari wali kota,” pintanya.

Ia juga berharap semua elemen masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap keadaan lingkungan sekitar. “Mari kita pantau dan jaga bersama berbagai fenomena atau prilaku sosial yang negatif, terutama sekali yang dapat menjangkiti generasi muda, seperti Narkoba, pergaulan bebas, LGBT, pencurian dan perampokan, yang akhir-akhir ini banyak tersiar di berbagai media massa.

Kami menyadari sepenuhnya tanpa kebersamaan dan kepedulian warga kota, maka akan sulit bagi kami untuk melangkah mewujudkan kegemilangan dalam bingkai syariah sebagaimana cita-cita kita bersama,” katanya.

Sementara dalam tausiahnya Tgk Salman Saf memuji Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Amin-Zainal yang telah menggagas Banda Aceh sebagai kota zikir. “Langkah konkretnya telah dimulai menggelar zikir rutin setiap Jumat malam di pendopo wali kota. Hal ini patut ditiru pimpinan daerah lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan zikir telah menjadi senjata umat Islam sejak masa kilafah hingga masa kejayaan Kesultanan Aceh. “Saatnya kini kita membumikan kembali zikir mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi pondasi untuk meraih kegemilangan di dunia dan akhirat,” katanya seraya mengajak hadirin senantiasa meneladani kepribadian Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (b02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here