Bandar Narkoba Malaysia Tewas Ditembak

0
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan kapolda Metro Jaya Idham Azis memperlihatkan barang bukti narkoba jaringan Malaysia yang menewaskan Bandar narkoba dari Malaysia.(Waspada/Hasriwal AS)

JAKARTA (Waspada) : Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengungkapan penyeludupkan narkoba jaringan Malaysia yang tewas ditembak karena menyeludupkan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 239 kilogram dan 30 ribu butir ecstasy disembunyikan dalam 12 mesin cuci, di Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya No.36 Gudang E 12, Dadap, Kosambi, Kota Tangerang, Banten.

“Pengungkapan Tim Satgassus Polri dan Polda Metro Jaya ini merupkan jaringan Malaysia berawal pada Minggu (4/2), mendapatkan informasi ada penyelundupan narkoba yang dilakukan warga negara malaysia dibantu warga negara Indonesia,” kata Kapolri Tito dalam konferensi persnya di Gedung Promoter, Mapolda Metro Jaya Jakarta, Senin (12/2).

Dari informasi tersebut lanjut Kapolri, polisi bergerak ke pergudangan Harapan Dadap Jaya dan setelah melakukan penyelidikan tim langsung menggerebek gudang tersebut, Kamis (8/2) malam berhasil menemukan sejumlah barang bukti narkoba.

“Kami langsung menggeledah gudang tersebut. Kami amankan satu tersangka, Joni alias Marvin Tandiono,” kata Tito.

Barang bukti yang disimpan dlam 12 mesin cuci itu didapati 228 bungkus plastik berisi 239.785 gram shabu dan enam bungkus plastik berisi tablet ecstasy sebanyak 30.000 butir.

Dari situ kata Kapolri, pihaknya melakukan pengembangan terhadap pelaku Andi alias Aket yang berhasil ditangkap di Jalan Perancis Dadap, Kosambi, Tangerang.

“Pelaku Andi, mengaku mendapat perintah dari Indrawan alias Alun, napi di salah satu lapas di Jakarta. Yaitu untuk turut membantu Joni menjaga gudang dan membongkar mesin cuci yang beri narkotika,” terang Kapolri.

Polisi kembali mengembangkan jalur peredaran narkotika, dan keesokan harinya berhasil meringkus warga Malaysia Lim Toh Hing alias Onglay, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jumat (9/2) pukul 00.20.

“Besoknya, Sabtu (10/2), tim membawa Onglay menunjukan gudang di daerah Dadap. Namun, Onglay melakukan perlawanan berusaha merebut senjata petugas. Sehingga petugas mengambil tindakan tegas dengan menembaknya. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit Onglay tewas,” ujarnya.

Untuk memberantas jaringan narkoba Malaysia, polisi masih melakukan pengejaran beberapa pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba tersebut.

“Termasuk dengan berkoordinasi Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terkait DPO (Daftar Pencarian Orang) di Malaysia,” katanya.

Pelaku yang diringkus kini dijebloskan ke tahanan itu dijerat Primer Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang R.I No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(j02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here