Akibat Kekeringan, Ratusan Ha Tanaman Padi Terancam Mati

0
50
Kondisi tanaman padi di Gampong Rambong, Kec. Kota Bahagia, Aceh Selatan mulai bermatian akibat kekeringan. Fotodirekam Senin (12/2). Waspada/Zamzamy Surya/B
Kondisi tanaman padi di Gampong Rambong, Kec. Kota Bahagia, Aceh Selatan mulai bermatian akibat kekeringan. Fotodirekam Senin (12/2). Waspada/Zamzamy Surya/B

TAPAKTUAN (Waspada) : Kekeringan yang melanda kawasan Kab. Aceh Selatan dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan ratusan hektare tanaman padi yang baru ditanam disawah kering, di Kec.Kota Bahagia,dilaporkan terancam mati.

Sementara pembangunan perbaikan proyek irigasi Beutong, di Gampong Jambo Keupok yang selama ini mengairi ratusan hektare areal persawahan itu, hingga kini masih terbengkalai karena ditinggalkan kontraktor pemenang tender.

Ratusan hektare areal persawahan yang terancam mati itu terdapat di lima gampong, meliputi Jambo Keupok, Alur Dua Mas, Rambong, Beutongdan Ujung Tanah.

“Kami tak tahu lagi harus lapor kemana, karena pihak dinas terkait sudah turun meninjau, tapi tak jelas realisasinya,”kata Saifuddin, 34, petani setempat kepada Waspada Senin kemarin.

Dari info yang diperoleh dari camat kata dia, pihak Dinas Pertanian Aceh Selatan akan mengirim mesin pompa air, guna menanggulangi kekeringan tanaman padinya. Namun saat ini tidak jelas, sehingga tanaman padi ini mulai bermatian.

Camat Kota Bahagia T. Muhasibi yang dihubungi Waspada secara terpisah mengakui pihaknya dijanjikan mesin pompa air menanggulangi kekerigan yang melanda tanaman padi selama sepuluh hari.

Dengan waktu sepuluh hari, diharapkan bisa menjangkau lima gampong dan masing-masing gampong dua hari. Pompa air itu harus dilengkapi mobil pengangkut dan opererasionalnya tanggungjawab camat dan keuchik.

“Tapi sampai hari ini janji itu, masih tinggal janji,” sebutnya sembari menyebutkan jika dalam sepekan tak ada respon, mesin itu tidak dibutuhkan lagi. Kadis Pertanian Aceh Selatan Yulizar yang dikonfirmasi secara terpisah Senin (12/2), mengakui pihaknya menjanjikan pompa air guna mengairi areal persawahan di sana.

Namun kata dia pihaknya terkendala persoalan operasional di lapangan yaitu pihak yang bertanggung jawab. “Tak mungkin kita lepaskan kalau tak ada yang bertanggungjawab,” katanya singkat.(b30/I)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here