Mualem Kembali Pimpin Partai Aceh

0
501
Muzakir Manaf dan Kader Partai Aceh bersalaman usai Mubes II Partai Aceh, di Hotel Kryad Muraya Banda Aceh, Selasa (13/2). Waspada/Dani Randi

BANDA ACEH (Waspada): Muzakir Manaf kembali terpilih sebagai ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA/PA) periode 2018-2023. Ia terpilih secara aklamasi dalam Mubes II PA di Kryad Muraya Hotel, Banda Aceh yang berakhir Selasa (13/2).

Dewan Pimpinan Sidang Mubes II Partai Aceh, Erwanto mengatakan, terpilihnya kembali Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem berawal dari lima kandidat yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Kandidat yang mengundurkan diri tersebut ialah, Bupati Pidie Abusyik, Abu Yus, Mariati dan Kamaruddin Abubakar. Sebelumnya kandidat tersebut juga sudah menyatakan ketidaksanggupannya untuk maju dalam pemilihan ketua.

“Sebelum memasuki pemilihan, kita sudah tanyakan pada kandidat itu, mereka mengundurkan diri dari berbagai macam alasan. Sehingga pemilihan secara aklamasi dan memilih Mualem” kata Erwanto.

Erwanto menyebutkan, ada bakal calon yang tidak mengembalikan formulir. Kemudian ada juga alasan yang hanya ingin menunjukkan bahwa Partai Aceh memiliki kader banyak.

Maka dari itu, sebelum diketuk palu pengesahan terpilihnya Mualem, pihaknya kembali menanyakan kepada semua bakal calon yang ingin maju. “Tetapi mereka sepakat untuk memilih Mualem kembali,” sebutnya.

Sehingga, Mualem kembali memimpin Partai Aceh dan ini periode yang kedua. Ia dipilih oleh semua kader Partai Aceh, panglima wilayah, Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA), Putroe Aceh, Mualimin dan mantan kombatan eks Tripoli.

Ketua DPA PA terpilih Muzakir Manaf mengatakan, terpilihnya kembali sebagai ketua Partai Lokal tertua di Aceh itu, ia akan membenahi kader partai dan menata kembali struktur keanggotaan untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

Kekompakan, kata Mualem, harus dirajut kembali dari Pusat hingga turun ke basis-basis tingkatan gampong. Kemudian memperkuat basis dan membuat kader Partai Aceh berkualitas, sehingga siap menghadapi Pilpres maupun Pileg. Kemudian melebur ke masyarakat Aceh, sehingga nantinya rakyat bisa bersatu dengan Partai Aceh.

“Kita akan konsolidasi antara pengurus yang ada di pusat dan DPW dan kami sedang mempersiapkan kader untuk DPRK/DPRA ini langkah langah yang kita persiapkan,” sebut Mualem.

Kaderisasi Tidak Berjalan

Sementara itu, terpilihnya kembali Mualem sebagai Ketua ketua DPA-Partai Aceh secara aklamasi dinilai bahwa ketokohan Mualem masih belum dapat ditandingi di internal PA.

Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada berpendapat, terpilihnya kembali mualem dapat dibaca juga sekaligus sebagai hilangnya proses kaderisasi serta minimnya energi baru yang mewarni di internal PA.

“Terpilihnnya mualem dapat dibaca publik bahwa tidak adanya proses kaderisasi yang berjalan di internal PA.  Karena publik juga mengetahui bahwa banyak juga kader PA yang memiliki talenta dan kapasitas memimpin,” ujar Aryos yang juga sebagai Dosen di FISIP Unsyiah itu.

Selain itu, kata Aryos, bahwa selama kepemimpinan Mualem, PA mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017 di sejumlah daerah. Selain itu terjadi penurunan target perolehan kursi pada Pileg 2014.

Sebagai catatan, lanjut dia, di bawah  kepemimpinan mualem, PA mengalami kekalahan telak di lima daerah. Yaitu  Abdya, Bireuen, Aceh Besar, Banda Aceh dan Pidie. Yang paling tragis, jumlah kursi PA menurun pada Pileg 2014. PA hanya memperoleh 29 Kursi dari Total 81 Kursi DPRA. Padahal dalam Pemilu 2009 PA berhasil meraup  33 kursi dari total 64 kursi DPRA. (cdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here