Nuklir Dalam Perspektif Alquran (Mengenang Kembali Tragedi Tsunami) Oleh Heri Azmi, S.Ag, MA

0
23

Staff Seksi Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam Kantor Kementrian Agama Kota Medan, Pegiat Kajian Keagamaan

Telah kita saksikan bersama di media massa baik koran maupun televisi tentang kedahsyatan bencana yang meluluh lantakkan suatu Negara. Bencana tersebut pernah terjadi di Negara kita Indonesia ini tepatnya minggu tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darusalam (Kota Banda Aceh) dan sebagian pulau sumatera, ini yang sama-sama kita kenal dengan sebutan Tsunami, nama yang indah akan tetapi menyakitkan bagi kita semua. Nah, begitu yang dirasakan rakyat jepang saat itu pada 11 Maret 2011, pukul 05:46 UTC (14:46 waktu setempat).

Gempa yang dibarengi dengan gelombang pasang Tsunami 11 maret yang lalu tepatnya hari Jum’at  telah menghabiskan semua yang ada di Negara jepang, semua orang yang berada didunia ikut merasakan penderitaan mereka, jepang merupakan Negara maju, Negara nomor satu dalam Informasi dan Teknologi (IT), sebagian negara sangat bergantung dengannya termasuk Negara Indonesia.

Bencana gempa dan Tsunami tidak terlalu menyulitkan masyarakat jepang, ini dapat kita lihat dari seringnya mereka dilanda musibah atau bencana ini, sehingga mereka rakyat jepang dapat mempersiapkannya benar-benar jika bencana ini datang, karena mereka punya prinsip: belajar dari bencana yang datang, ini bisa kita lihat dari bangunan –bangunan yang ada di jepang, bangunan-bangunan yang ada di jepang semuanya memakai IT, sehinggah jikalau gempa datang bangunanya tidak runtuh dan masih banyak lagi yang bisa kita pelajari dari Negara jepang,  yang perlu di antisipasi adalah nuklir yang mereka punya, karena Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kemarin yang mereka punya  telah meledak akibat gempa yang terlalu keseringan yang melanda jepang dan sekitarnya.

Kimia Nuklir ( Nuclear) berasal dari kata Nucleon yang artinya Inti, jika mendengar kata Nuklir, otomatis dikepala kita terbayang segala sesuatu yang membahayakan. Nuklir, berbahaya?. Pada masa perang dunia ke II untuk menaklukkan Negara Jepang maka Negara sekutu yang dipelopori oleh Amerika sebagai Negara Adikuasa menjatuhkan bom atom di hyirosima dan Nagasaki yang radiasi dan unsur radioktifnya mencapai ribuan kilometer.

Saat itu penduduk kedua kota tersebut sebagian besar meninggal dunia karena terkena radiasi zat radioktif yang mematikan. Bertolak dari peristiwa tersebut yang selalu merupakan sorotan bagi masyarakat adalah bahayanya suatu ilmu yang disebut nuklir. Di masyarakat awam jikalau ditanyakkan kepada mereka tentang apa yang diketahui atau pendapatnya tentang atom/nuklir?, pasti jawaban yang muncul adalah bom atom/bom nuklir, karena dampak bahanya yang sangat besar dan menimbulkan kerusakan di muka bumi.

Di Indonesia, paradigma tentang ilmu nuklir yang sebenarnya belum memasyarakat, paradigma lama yang mengatakan bahwa dampak nuklir dapat merusak dan membahayakan kehidupan manusia itu masih belum bisa  lepas dari pemikiran masyarakat awam. Padahal kalau mereka mau melihatnya dalam kacamata perspektif ilmu, maka pemikiran lama akan luntur secara drastis.

Pada hakikatnya ilmu nuklir itu justru dapat sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, dan dapat dikembangkan untuk kemaslahatan umat manusia, serta dapat bersahabat dengan alam. Tergantung juga dengan manusiannya, manusia yang mana yang menggunakan nuklir tersebut. Objek telaah kimia nuklir adalah  bahwa, nuklir yang dihasilkan berasal dari inti atom yang mengalami pembelahan sehingga menghasilkan atom-atom atau unsur-unsur yang baru, ditinjau dari ontology bahwa atom adalah partikel terkecil penyusun materi yang ada di alam. Nuklir adalah suatu reaksi atau proses pembelahan inti atom yang membentuk inti atom baru  dengan menghasilkan energy yang sangat besar. Ada juga reaksi nuklir yang dihasilkan karna adanya penggabungan dua inti atom yang menghasilkan energy yang sangat dahsyat , proses inilah yang terjadi pada matahari.

Didalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa inti dari penyusunan materi yang paling kecil adalah atom yang diterjemahkan menjadi biji sawi, seperti yang tertulis dalam ayat Al-Qur’an : “(lukman berkata) hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi , dan berada dalam batu atau dilangit atau didalam bumi , niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Lukman :16).

Jadi efek yang ditimbulkan nuklir tersebut bisa membawa kebahagiaan (kemaslahatan ummat) dan juga bisa menjadi bencana bagi manusia, inilah yang dikhawatirkan rakyat Jepang khususnya dan umumnya buat kita semua. Bencana yang melanda Jepang hendaknya kita jadikan ibrah ( pembelajaran)  agar rakyat bangsa ini dapat benar-benar mengintropeksi diri, sudah sejauh mana amal dan kepatuhan kita sama sang Maha Kuasa,karena bencana yang dilanda jepang saat ini sudah kita rasakan ketika aceh dilanda Tsunami yang mengakibatkan ratusan ribu nyawa hilang, astagfirullah. Oleh  sebab itu jangan lah kita selalu berbuat maksiat dan takutlah Allah dimanapun kita berada “Ittaqillah khaisuma kunta”.

Hikmah dibalik bencana ini adalah agar kita semua menjadi hambanya yang sabar sehinggah proses kesabaran ini mengantarkan kita kejenjang ketakwaan kepada Allah Swt    “ Sesungguhnya Allah bersama orang orang yang sabar”. Oleh karena itulah marilah kita kembali kepada Allah dengan bertaubat dari segala dosa dan khilaf serta menginstropeksi diri kita masing-masing, apakah kita termasuk orang yang terkena musibah sebagai cobaan dan ujian keimanan kita ataukah termasuk mereka- wal’iyadzubillah- yang sedang disiksa dan dimurkai oleh Allah karena kita tidak mau beribadah dan banyak melanggar larangan-larangan-Nya.

Menurut Imam Ibnu Katsir, mengutip sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Salamah bahwa dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: ‘Tidaklah salah seorang hamba ditimpa musibah lalu mengucapkan inna lillaahi wa inna ilaihi rajiuun, lalu mengatakan ya Allah, berikanlah pahala kepadaku dalam musibahku dan gantikanlah untukku sesuatu yang lebih baik darinya, melainkan niscaya Allah Swt akan memberikan pahala kepadanya dalam musibahnya itu dan memberikan ganti kepadanya yang lebih baik”. Mudah-mudahan kita rakyat Indonesia ini dijauhkan dari bencana tersebut. Amien Ya Rabb.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here