Pilgubsu Uji Kekompakan Umat Islam

0
160

MEDAN (Waspada) :Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, mengatakan mayoritas yang menjadi identitas umat Islam di Indonesia nampaknya saat ini sedang diuji kekompakannya.

“Setidaknya, momentum Pilkada serentak 2018, termasuk di Sumatera Utara  menjadi pemantik untuk umat Islam lebih dewasa menyikapi masalah politik dan kepemimpinan,” kata Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution,ketika dihubungi Waspada, Selasa (13/2).

Dia menanggapi pertanyaan tentang sikap yang tepat bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai Pilkada serentak di sejumlah daerah, termasuk di Sumut. Menurutnya, Pilakda serentak, termasuk Pilgubsu 2018,menjadi momentum persatuan umat Islam.

”Di pentas inilah persatuan dan kesatuan keislaman kita di uji. Di Pilkada DKI Jakarta umat Islam berhasil. Tentu ini bisa  menjadi contoh bagi umat Islam dalam mengadapi berbagai Pilkada serentak di Indonesia, tidak terkecuali di Sumut,’’ katanya.

Kata Hasan Bakti, tidak bisa dibantahkan,  hanya dengan bersatu umat Islam akan menjadi kuat. Tanpa persatuan, kita hanya akan seperti pasir di tepi pantai. Dia mengakui, mempersatukan umat Islam perlu desain yang konstitusional.

Sebab, persatuan dan kesatuan umat Islam sudah, sedang dan akan terus diuji sepanjang masa. Kekuatan umat Islam akan terus diprovokasi  sampai tercera-berai .”Tapi saya yakin umat tidak akan terpecah.  Sebab landasan persatuan dan kesatuan adalah  Al-Islam,” ucapnya.

Hasan Bakti, mengatakan tanpa dijelaskan pun, umat Islam sudah memahami bentul bagaimana syarat – syarat  memilih pemimpin. Yang paling penting dalam menghadapi Pilkada ini, umat Islam  tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

Dia meyakini, jika umat Islam bersatu, akan dapat  memilih pemimpin yang bisa memberikan solusi terhadap sejumlah persoalan di daerah  masing-masing. “Umat Islam di Indonesia, termasuk di Sumut jangan lagi terpecah belah dalam memilih pemimpin.

Masing-masing daerah akan lebih barokah apabila pemimpin yang terpilih adalah  yang peduli dengan umat Islam, serta perhatian dalam meningkatkan ekonomi umat,” tandasnya.

Dalam Pilkada 2018 kali ini,umat Islam  tidak boleh saling menghujat hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Umat Islam, harapnya,  harus bersatu dalam memilih pemimpin yang amanah   bertaqwa, jujur, cerdas dan beradab, serta mampu mengemban amanah dengan penuh tanggungjawab selama lima tahun ke depan.

“All out bersama adalah kata kunci yang tepat untuk menggambarkan harapan tersebut. Pilkada serentak ini adalah ujian besar atas persatuan dan esatuan umat Islam,” demikian Prof. Hasan Bakti. (m49/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here