Ratusan Nelayan Unjuk Rasa Tuntut Tutup Perusahaan Pengerukan Pasir

0
136
Massa Aman Dendang melakukan pemblokiran Jalinsum di depan Kantor bupati Deliserdang, Selasa (13/2). Waspada/Edward Limbong/B
Massa Aman Dendang melakukan pemblokiran Jalinsum di depan Kantor bupati Deliserdang, Selasa (13/2). Waspada/Edward Limbong/B

DELISERDANG (Waspada): Ratusan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan Deliserdang  (Aman Dendang) berunjukrasa di Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (13/2).

Ratusan nelayan tersebut menuntut ditutupnya perusahaan pengeruk pasir yang melakukan aktivitas pengerukan di daerah perairan Selat Malaka, Pulau Sumatera, karena sangat berdampak pada ekosistem kelautan dan sangat merusak keadaan laut di Deliserdang.

Para pengunjuk rasa awalnya melakukan aksi di Kantor DPRD Deliserdang namun karena kurang puas dengan hasilnya massapun berpindah melakukan aksi di Kantor Bupati.

Massa sempat terlibat adu mulut dengan personel polisi yang melakukan pengamanan dan mencoba mendobrak pintu gerbang Kantor Bupati serta sempat melakukan aksi pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Koordinator Aksi Mulyanta Sembiring mengatakan, mereka meminta Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar mengkaji ulang Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen KP) Nomor 71 Tahun 2016.

Sebab sering terjadi penangkapan terhadap nelayan dan alat tangkap. “Kami (nelayan) hanya ingin nyaman melaut agar dapat menafkahi keluarga, biarlah kami melaut dan jangan ditangkap serta alat tangkap ikan kami diambil,” katanya.

Selain itu disebutkan Mulyanta, nelayan juga menuntut perusahaan pengeruk pasir yang melakukan aktivitas pengerukan di daerah perairan Selat Malaka, Pulau Sumatra, karena sangat berdampak pada ekosistem kelautan dan sangat merusak keadaan laut di Deliserdang.

“Kami meminta kepada Pemkab Deliserdang dan DPRD Deliserdang untuk menindak tegas para penambang pasir laut yang telah mengadu domba persaudaraan kami sesama nelayan dengan janji dana CSR (ganti rugi rumpon) serta dana binaan lingkungan hidup,” tegasnya.

Sementara itu sejumlah perwakilan massa diterima Kadis Perikanan dan Kelautan Pemkab Deliserdang T. Zaky Aufa bersama Kasatpol PP Deliserdang Suryadi Aritonang dan dalam pertemuan tersebut pihak Pemkab Deliserdang berjanji secepatnya akan menyurati Polair dan Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan( P2SDKP) agar dapat memberikan pertimbangan sesuai tuntutan nelayan. (cel/a06/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here