Nelayan Ikan Teri Ngadu Ke Djarot

0
Djarot Syaiful Hidayat Calon Gubernur Sumut saat sedang berdialog dengan para nelayan. Waspada/Ronggur Simorangkir

MEDAN (Waspada): Perwakilan Himpunan Nelayan Teri Indonesia (HNTERI) Kota Medan bersama sejumlah himpunan nelayan di Sumut, menyampaikan keluh kesah soal pukat tarik kepada Calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat, Senin (19/2).

Kepada Djarot, nelayan meminta agar Djarot menyampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membatalkan larangan penggunaan alat tangkap pukat tarik. Menurut nelayan, tudingan Bu Susi bahwa penggunaan pukat tarik merusak ekosistem itu tidak benar.

Suardi Siagian, perwakilan HNTERI Kota Medan mengatakan, kami tidak pernah menyisir sampai di dasar laut. Sebab kalau sampai dasar, lumpur akan terikut sehingga ikan teri tidak bisa diolah. Katanya, ketika melakukan penangkapan ikan teri, pukat tariknya melayang di permukaan laut. Jika Bu Susi tetap melarang penggunaan alat tangkap ikan pukat tarik, mereka tidak dapat menangkap ikan teri.

Seorang nelayan lainnya Burhan Simanjuntak juga mengatakan, ikan teri nasi yang selama ini sudah terkenal dari Kota Medan, bakal hilang dari pasar. Perairan laut Sumatera Utara tidak ada terumbu karang. Di sini lumpur semua. Nelayan sempat senang ketika Presiden Jokowi pernah bilang, cantrang dan sejenisnya sudah bisa beroperasi. Nelayan bisa mencari ikan di Laut Selat Malaka dan Pantai Barat. “Kami sudah sempat senang,” kata Suardi.

Tapi belakangan, ternyata kebijakan itu hanya boleh dilakukan bagi nelayan di Pulau Jawa dan Madura. Mereka pun berharap pemerintah memberikan solusi agar jangan sampai terjadi bentrok antar nelayan. Jangan ada lagi pembakaran.

Menanggapi keluhan nelayan, Djarot Syaiful Hidayat berjanji akan bertemu dengan Menteri Kelautan Susi Pujiastuti. Kita akan menyampaikan aspirasi para nelayan di Sumatera Utara agar alat tangkap disesuaikan. “Yang gak boleh alat tangkap merusak ekosistem, tidak merusak terumbu karang. Seperti menggunakan bom ikan, itu tidak boleh,” tandasnya.

Kepada nelayan, Djarot berpesan para nelayan jangan terfokus menangkap ikan saja tapi melakukan budidaya. Laut Indonesia kaya. Jadi menangkap ikan oke, budidaya juga oke. Budidaya merupakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan ikan di pasar.

Terakhir, Djarot mengajak para nelayan bagaimana agar ikan dari Sumatera Utara bisa masuk ke pasar internasional, seperti Malaysia, India, Pakistan dan lainnya. (crds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here