Debu Vulkanik Sinabung Rambah Agara, Tiga Kecamatan Paling Parah

0
Kadis Kesehatan, Zainuddin memasangkan masker pengaman dari erupsi debu vulkanik Sinabung di kawasan jalan nasional,di depan kantor Dinas Kesehatan Aceh Tenggara. Waspada/Ali Amran/B
Kadis Kesehatan, Zainuddin memasangkan masker pengaman dari erupsi debu vulkanik Sinabung di kawasan jalan nasional,di depan kantor Dinas Kesehatan Aceh Tenggara. Waspada/Ali Amran/B

KUTACANE (Waspada) : Debu vulkanik akiba terupsi gunung berapi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sejak Senin (19/2) siang mulai menyelimuti Aceh Tenggara (Agara). Akibatnya, warga disebagian besar wilayah bumi sepakat segenep panik dan kebingungan.

Kendati sebelumnya, debuvulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung pernah merambah sampai ke Agara, namun kali ini terbilang parah karena bukan hanya kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karo kondisinya gelap, namun mulai merambah beberapa kecamatan yang berada di kawasan kota Kutacane.

Pantauan Waspada di kawasan kota Kutacane dan beberapa kecamatan lainnya seperti Lawe Bulan, Babussalam dan Deleng Pokisen, abu vulkanik Sinabung mulai terlihat sejak pukul 13:00 ditandai melekatnya abu akibat erupsi pada kendaraan bermotor yang di parker di beberapa kantor dan di kawasan kota Kutacane.

Sementara beberapa pengendara roda dua dan roda tiga yang datang dari arah jalan Blangkejeren – Kutacane dan arah Medan – perbatasan Aceh Sumut – Kutacane, terlihat panic melihat tebalnya debu vulkanik yang menyelimuti wilayah Aceh Tenggara. Bahkan ratusan warga terlihat mencari masker pengaman agar terlindung dari debu vulkanik Sinabung.

“Sebelum abu vulkanik turun merambah Aceh Tenggara, cuaca di angkasa terlihat gelap, namun bukan seperti pertanda kabut bakal turunnya hujan. Beberapa saat kemudian,warga baru menyadari jika abuvulkanik telah turun seperti hujan rintik,” terang Jasmin.

Kepada Waspada, beberapa warga yang melintas di jalan nasional dan tak menyadari telah turunnya debu vulkanik terutama yang tak menggunakan masker, mengaku mulai batuk-batuk dan perih di bagian mata mereka.

Pasalnya, hujan debu vulkanik itu bukan hanya turun dijalan raya saja, melainkan terus merambah ke warkop, warungnasi, sekolah dan perkantoran pemerintah. Terutama di Kecamatan Leuser, Babul Makmur,Lawe Sigalagala, Semadam, Bukit Tusam, Bambel, Babussalam,Lawe Bulan, Deleng Pokisen dan sebagian wilayah Kecamatan Badar serta beberapa kecamatan lainnya.

Kadis Kesehatan Aceh Tenggara, Zainuddin kepada Waspada mengaku, akibat hujan debu vulkanik, banyak warga yang meminta masker ke kantor mereka. Bahkan untuk merespon permintaan dan kebutuhan masyarakat, pihaknya membagikan langsung masker kepada pengendara dan warga yang melintas dari jalan nasional, terutama dari depan kanto Dinas Kesehatan.

Kendati saat ini, stok masker yang ada pada Dinas Kesehatan terbatas dan maksimal hanya 10 ribu lembar, pembagian masker di kawasan Kota Kutacane tetap dilakukan, sementara untuk wilayah kecamatan lainnya,pihaknya telah mengirimkan permintaan pada pihak Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.

Kepada pihak Puskesmas yang wailayahnya terbilang parah diguyur hujan debu vulkanik, Zainuddin mengingatkan agar tetap siaga terutama menyikapi dampak penyakit dan keluhan warga yang ditimbulkan erupsi debu vulkanik gunung Sinabung.

Dari hasil laporan sementara yang diterima pihak Dinas Kesehatan Agara, wilayah terparah terkena dampak hujan debuvulkanik yakni, kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karo seperti, Leuser, Babul Makmur, Lawe Sigalagala dan Kecamatan Semadam serta beberapa wilayah lainnya.

Yusuf Hanafiah, salah seorang pengusaha Warkop di kawasan Kute (Desa) Pulonas Kutacane, mengaku terpaksa menutup usahanya yang buka sejak pagi hingga pukul 23:00.”Untuk apa warung dibuka dan makanan maupun minuman kita jual, jika mengganggu dan mengancam kesehatan warga.

Lihat saja ke wilayah angkasa Agara, debu vulkanik bukan semakin menipis, malah menebal. Jadi, lebih baik warung ditutup sembari menunggu turunnya hujan,” ujar Hanafiah yang akrab disapa Peter tersebut.

Warga Kutacane lainnya, Andaka, 39, merasa kaget dengan tebalnya abu berbentuk asap yang menyelimuti Agara dan menyatakan memilih berada di dalam rumah karena sangat mengangggu pernapasan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (kalaksa BPBD) Aceh Tenggara Ramadan Pinim kepada Waspada kemarin mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi. (b26/cas/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here