V-Day: Virus Perusak Moral Oleh Dr H. Sugeng Wanto, M.Ag.

0

Tradisi ini jelas bukan berasal dari ajaran agama dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai etika agama 

Tanggal 14 Februari merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh sebagian kalangan, terutama remaja ABG (Anak Baru Gede). Sangat mengherankan memang, mengapa perayaan valentine’s day-14 Februari begitu memasyarakat di kalangan masyarakat Indonesia yang notabene mayoritas Muslim.

Valentine’s day yang lebih dipopulerkan dengan hari kasih sayang, ternyata telah berubah menjadi hari sayang-sayangan, mesra-mesraan atau lebih jauh dari itu sex party (pesta seks). Padahal, belum ada ikatan perkawinan yang sah di antara mereka. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk mengungkapkan rasa kasih sayang atau cinta (love) kepada teman lawan jenisnya, tidak peduli apakah praktik pengungkapan itu sesuai norma agama atau tidak.Dimulai dari saling mengirim kartu love, bunga dan lainnya sampai kepada perbuatan yang belum pantas.

Anggapan terhadap perayaan valentine’s day sebagai suatu gaya hidup (life style) ngetrend, tidak kampungan yang sesuai era-kekinian (modern). Padahal kita lihat kebiasaan itu merupakan budaya hedonisme-alias bersenang-senang, berhura-hura, berfoya-foya sarat pelanggaran norma agama. Ini merupakan budaya Barat yang tidak cocok dengan budaya bangsa kita.

Namun sayang, sebagian besar remaja Islam malah menjadi martir perayaan ini. Remaja Islam hari ini belum banyak yang mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya valentine’s day itu. Mereka sekedar menjadi pengikut buta (plagiator sejati) dan terbawa oleh arus yang menyesatkan sehingga mereka mengikut dalam kesesatan itu-muttabi’ fi sayyi’at.

Untuk itu, perlu adanya penyadaran dan penjelasan tentang bahayanya valentine’s day. Terutama berkaitan dengan moral generasi muda Islam hari ini agar mereka tidak terjebak dan tersesat. Perlu diketahui bahwa tradisi perayaan ini, merupakan skenario Barat untuk menjauhkan remaja Islam dari ajarannya.

Makna Valentine’s Day

Dalam Longman Dictionary Contemporary English New Edition, “Valentine means a greeting cart sent to arrive on saint Valentine’s day (February 14th), declaring one’s love for someone.” Terjemahan bebasnya adalah valentine berarti pengiriman kartu ucapan selamat menandai tibanya hari Saint Valentine (mulai tanggal 14 februari), atau pernyataan cinta seseorang pada seseorang yang dicintainya. Perwujudan dari perayaan valentine’s day ini dikemas dengan hal-hal yang bertentangan dengan kode etik ketimuran atau budaya (culture) bangsa ini.

Islam tidak pernah mengajarkan perayaan ini. Ini adalah ritualitas umat lain (non Islam). Untuk itu generasi muda Islam tidak perlu ikut-ikutan bersentuhan dengannya. Islam menganjurkan untuk berkasih sayang. Tapi, berkasih sayang dalam Islam sesuai dengan aturan main syari’at (Alquran dan Alhadis).

Kasih Sayang Dalam Islam

Realitas menunjukkan, perwujudan rasa kasih sayang lewat perayaan valentine’s day akhir-akhir ini telah menghancurkan nilai-nilai moral (dekonstruksi) generasi muda dan bertentangan dengan budaya Timur yang dianut negeri ini. Tanggal 14 Februari dijadikan sebagai momen penting untuk melakukan sesuatu yang belum pantas dilakukan hanya untuk membuktikan rasa cinta dan sayang kepada seseorang. Generasi muda dibuai dan dihanyutkan oleh hal-hal yang berbau glamour (budaya hura-hura), yang penting enjoy (senang)-having fun, tidak peduli apakah tindakannya sesuai etika atau tidak. Bila kondisi ini dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi generasi muda kita, khususnya generasi muda Islam yang juga ikut-ikutan latah merayakan hari ini.

Bagi generasi muda Islam, sudah seharusnya tidak ikut-ikutan. Sebab tradisi ini jelas bukan berasal dari ajaran agama dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai etika agama kita. Perlu dilakukan penyadaran bahwa Islam memiliki konsep kasih sayang yang lebih menjamin kebahagiaan Dunia dan Akhirat. Kasih sayang dalam Islam itu merupakan fitrah setiap manusia yang bersifat abadi (forever). Setiap saat Islam menganjurkan untuk saling berkasih sayang antar sesamanya. Islam tidak mengajarkan agar berkasih sayang hanya dalam waktu sehari saja, itupun sampai melanggar aturan agama. Islam mengajarkan agar berkasih sang dengan sesama manusia secara terus menerus sepanjang hidupnya (the whole of life).

Rasulullah SAW menegaskan: “Tidak dikatakan beriman salah seorang di antara kamu jika kamu tidak mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” Allah SWT berfirman: Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah tegas terhadap orang kafir, dan berkasih sayang sesama mereka (QS. al-Fath: 29)

Tips Menghindari Valentine’s Day

Ada beberapa hal yang harus diketahui generasi muda Islam agar terhindar dari virus berbahaya ini. Pertama, valentine’s day tidak perlu untuk diadopsi karena memang tidak ada manfaatnya yang substansial bagi masa depan generasi muda dan negara kita. Hari ini, semua kalangan harus menyadari bahwa menyediakan fasilitas untuk pesta valentine’s day ini sangat berbahaya.

Kedua, generasi muda Islam harus betul-betul selektif memilih dan memilah mana tradisi yang memang merupakan bagian dari Islam dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam dan mana tradisi yang harus kita jauhi. Kita hanya mengikuti apa yang telah digariskan oleh Allah SWT (QS. al-A’raf: 3)

Ketiga, generasi muda Islam harus tetap menjaga komitmen keimanan dan keislaman, bukan malah sebaliknya menjadi pengikut buta. Nabi Muhammad SAW mengingatkan: Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut (H.R. At-Tirmidzi). Valentine’s day hanya rekayasa pikiran manusia untuk melakukan dekonstruksi moral generasi muda Islam. Setiap perbuatan yang tidak berasal dari ajaran Islam dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri maka ia tertolak (QS. an-Nur: 39).

Keempat, isi tanggal 14 Februari dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Seperti membaca buku pelajaran, buku agama dan hal-hal yang bermanpaat lainnya.

Kelima, menyadari sepenuhnya bahwa kasih sayang dalam Islam bukan seperti yang diajarkan dalam valentine’s day tapi kasih sayang yang bersumberkan Alquran dan hadis.

Penutup

Sudah jelas mereka (orang kafir) mencoba mengelabui kita (umat Islam pada umumnya dan generasi muda khususnya) dengan valentine’s day (hari kasih sayang). Dengan berpartisipasi merayakannya berarti kita telah mendekonstruksi moral dan berhasillah misi mereka menjauhkan kita dari ajaran agama sendiri. Valentine’s day hanya perwujudan kasih sayang semu yang hanya berlandaskan kekuatan hawa nafsu saja.

Bila kita tetap mengikuti tradisi ini, maka kita telah dibodohi dan diperalat oleh orang-orang kafir yang ingin menyesatkan kita. Semoga kita tidak termasuk kedalamnya. Allah SWT mengingatkan: …Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kebiasaan mereka setelah datang pengetahuan itu kepadamu, sesungguhnya jika demikian kamu termasuk orang-orang yang zalim (Q.S. al-Baqarah: 145). Wallahu a’lamu.

Penulis adalah Kaprodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT), Fak. Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN SU

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here