140 Juta Lebih Uang Zakat Infaq RSUD Aceh Tamiang Menunggak

0

ACEH TAMIANG (Waspada): Diperkirakan senilai Rp140 juta lebih uang zakat infaq yang dipotong RSUD Aceh Tamiang dari belanja yang bersumber dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan APBK yang ditengarai masih menunggak, hingga  Rabu (14/2) belum disetor ke Baitul Mal Aceh Tamiang.

Dari data yang diperoleh Waspada dan berdasarkan surat yang ditujukan kepada Ben-dahara Pengeluaran RSUD Aceh Tamiang Tanggal 14 Juni 2017 dengan nomor 900/003 dan ditandatangani oleh PPK RSUD Aceh Tamiang Rica Adrian,SE menyebutkan, dari hasil pemeriksaan laporan pajak, zakat dan infaq yang dipotong terhadap belanja yang bersumber dari dana BLUD dan APBK ditemukan zakat infaq yang belum disetorkan senilai Rp 293.835.499,00.  Dalam surat itu juga diperintahkan Bendahara pengeluaran untuk segera menyetorkan zakat dan infaq tersebut.

Sementara dalam surat pernyataan yang ditandangani Suriana, AMF,SKM selaku bendahara pengeluaran RSUD Aceh Tamiang tanggal 24 Oktober 2017 menyatakan akan menyelesaikan seluruh tunggakan zakat infaq RSUD Aceh Tamiang tahun anggaran 2017 paling lambat 15 November 2017. Surat pernyataan itu juga diketahui Ibnu Azis,SKM yang saat itu menjabat Direktur RSUD Aceh Tamiang.

Menurut keterangan yang diperoleh dikabarkan juga dari tunggakan uang zakat-infaq senilai Rp 293.835.499,00 itu sudah ada yang disetorkan sehingga tunggakan dana hanya tersisa Rp140 juta lebih.

Namun, BPKD Aceh Tamiang tidak dapat memberikan perinciannya terutama untuk posisi terakhir uang yang belum disetorkan karena di BPKD tidak ada informasi.Ketua Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang Sudianto Plt terkait permasalahan itu membenarkan, pihaknya sudah menerima surat-surat dimaksud pada November 2017.

Bahkan sudah berkoordinasi dengan BPKD Aceh Tamiang karena dana zakat – infaq ini terlebih dahulu masuk kas daerah lalu diserahkan ke Baitul Mal untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

“Baitul Mal tidak punya mengumpulkan zakat–infaq ini, tetapi menunggu hasil yang diberikan BPKD Aceh Tamiang lalu diteruskan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ungkap Sudiyanto sembari menambahkan, Baitul Mal akan siap bekerja sama serta berkoordinasi dengan instansi pemerintahan terkait zakat-infaq sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr. Mustakim,M.Kes yang dikonfirmasi terkait permasalahan itu, Selasa (20/2) di ruang kerjanya membenarkan adanya tunggakan dana zakat–infaq yang belum disetor bendahara pengeluaran.

“Saya mengetahui adanya tunggakan ini berdasarkan hasil laporan dari Inspektorat yang saya terima pada Januari 2018 lalu,” ujarnya. Namun, berdasarkan informasi diperoleh langsung dari bendahara pengeluaran dana zakat-infaq yang belum disetorkan adalah Desember 2016 dengan Februari 2017 dengan jumlahnya berkisar Rp140 juta lebih.

“Menurut keterangan bersangkutan uang dimaksud sudah diserahkan kepada Direktur RSUD sebelum saya menjabat,” ungkap Mustakim. Kendatipun demikian, Mustakim selaku Direktur RSUD Aceh Tamiang memohon kepada manajemen sebelumnya agar dapat menyelesaikan tunggakan uang zakat-infaqitu, terlebih lagi sudah masuk ke dalam laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Aceh Tamiang.(cri/B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here