Aparat Perketat Patroli Air

0
152

MEDAN (Waspada): Polda Sumut dan jajaran dibantu TNI-AL memperketat patroli air untuk mengantisipasi konflik pasca peristiwa pembakaran delapan unit kapal penangkap ikan jenis pukat gerandong/pukat teri tarik dua oleh kelompok nelayan tradisional dari Medan Marelan dan Belawan, di perairan Gabion, Belawan, Senin (19/2) pagi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (20/2) mengatakan, selain meningkatkan intensitas giat patroli air oleh personel Ditpolair dibantu TNI – AL di peraian sekitar lokasi kejadian, pihak kepolisian bersama instansi terkait lain sebelumya juga telah berupaya memediasi kelompok yang terlibat konflik atas persoalan yang terjadi.

Sebelumnya, aksi pembakaran dipicu protes yang disampaikan oleh beberapa kelompok nelayan tradisional atas adanya penggunaan alat tangkap kapal yang melanggar Permen KP No.71 Tahun 2016 sekaligus berdampak bagi mata pencarian mereka sebagai nelayan tradisional.

“Sampai saat ini personel Ditpolair Polda Sumut dibantu TNI -AL masih terus melakukan patroli di perairan sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan dan semakin meluasnya konflik yang terjadi. Kita bersama instansi terkait lain juga melakukan langkah-langkah dalam upaya memediasi kelompok-kelompok nelayan bertikai,” ujar Rina, Selasa (20/2).

Rina menyebutkan,kepolisian juga telah mengimbau kepada kedua kelompok nelayan yang saling bersinggungan untuk tidak melakukan aksi-aksi serupa sebagai serangan balasan agar permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan sebagaimana mestinya sesuai ketentuan hukum.

Ketika disinggung mengenai aksi pembakaran 8 kapal yang terjadi, meski belum ada pihak-pihak yang diamankan kepolisian dari kejadian itu, Rina mengatakan sampai saat ini pihak Ditpolair Polda Sumut masih melakukan penyelidikan. (czal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here