Bangunan Pusat Kuliner Perikanan Aceh Selatan Ambruk

0
Waspada/Zamzamy Surya/B BANGUNAN Pusat Kuliner Perikanan Aceh Selatan di Taman Pala Indah II, Tapaktuan, Aceh Selatan, ambruk sebelum berfungsi. Foto direkam Selasa (20/2).
Waspada/Zamzamy Surya/B BANGUNAN Pusat Kuliner Perikanan Aceh Selatan di Taman Pala Indah II, Tapaktuan, Aceh Selatan, ambruk sebelum berfungsi. Foto direkam Selasa (20/2).

TAPAKTUAN (Waspada): Bangunan Pusat Kuliner Perikanan Aceh Selatan yang dibangun di Taman Pala Indah II, Tapaktuan Kab. Aceh Selatan, menelan dana APBN 2017 senilai Rp1,4 miliar lebih, ambruk sebelum difungsikan.

Ambruknya bangunan yang baru siap dikerjakan CV. Dia Karya, Banda Aceh, rekanan pemenang tender di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI itu, diduga karena dikerjakan asal  jadi.

Pantauan Waspada  Selasa (20/2), beberapa bagian tiang penyangga atap dan tiang pembatas sudah ambruk ke tanah. Sebagian lagi, sisa material tiang besi, sudah bengkok. Kondisi ini mengundang keprihatinan warga di sekitar. Mereka mengaku heran atas robohnya bangunan permanen bercorak minimalis yang belum diresmikan pemakaiannya.

“Kita prihatin robohnya bangunan APBN ini, seharusnya lebih baik dikerjakan,” kata Sarbunis Koordinator LSM Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (20/2).

Konsultan Pengawas CV Bivak Consultan Asdar Wijaya yang dikonfirmasi di lokasi mengakui robohnya tiang besi garpanis setebal 3 mm penyangga terpal itu, akibat diterjang angin kencang Senin (22/1) dini hari.

“Rekanan menyatakan bertanggung jawab atas kejadian ini, sebab pekerjaan masih dalam tahap pemeliharaan selama enam bulan dan dalam waktu dekat segera diperbaiki,” kata Asdar didampingi Lukman, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan.

Dia mengaku bangunan tersebut telah ditinjau BPK RI Perwakilan Aceh beberapa hari sebelumnya. Peninjauan BPK, kata dia, melihat ketebalan besi garpanis yang digunakan, melebihi yaitu 3 mm dari 2,5 yang tertera dalam spesifikasi teknis.

Asdar mengaku robohnya tenda tersebut karena kurang masaknya pengelasan. Sebab tidak ada besi yang patah melainkan lepasnya sambungan las besi pada tiang, sedangkan pondasi tiang tidak ikut terangkat. Pihaknya sudah mengingatkan pekerja las supaya mengelas secara benar dan baik, karena lokasinya berdekatan dengan pantai.

Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan Cut Yusminar kepada wartawan yang mengonfirmasinya Selasa (20/2) menyebutkan pihaknya tidak terlibat dalam kegiatan proyek dimaksud, kecuali penerima manfaat.(b30)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here