Mantan Tapol Aceh Tuntut Hak

0
192
Ratusan mantan tapol/napol berunjukrasa di depan kantor Gubernur Aceh, Rabu (21/2). Mereka meminta hak mereka sesuai yang termaktub dalam MoU Helsinki. Waspada/Dani Randi

BANDA ACEH (Waspada): Sekitar 3.000 mantan tahanan politik/narapidana politik (tapol/napol) serta janda dan anak yatim paska konflik Aceh antara GAM dan Indonesia, belum mendapat bantuan dana dari pemerintah paska reintegrasi.

Kemudian, 500 mantan tapol/napol perwakilan dari seluruh daerah di Aceh itu kembali mempertanyakan realisasi program yang pernah mereka usulkan ke Badan Reintegrasi Aceh (BRA).

“Kami ingin mempertanyakan apakah usulan program yang kami buat, sudah diusulkan ke DPR Aceh atau belum. Karena belum ada penjelasan lebih lanjut dari BRA, ” kata penanggungjawab persatuan tahanan politik/narapidana Aceh, Muhammad kepada wartawan, di kantor BRA, Banda Aceh, Rabu (21/2).

Muhammad mengatakan, sudah 13 tahun perdamaian terjadi, namun masih ada mantan kombatan GAM yang masih hidup di bawah kemiskinan.

Padahal, dalam perjanjian MoU Helsinki, sudah jelas dituliskan setiap mantan kombatan berhak mendapat kesejahteraan berupa bantuan rumah layak huni, lahan pertanian dua hektare dan pekerjaan. “3.000 mantan tapol/napol belum mendapat itu,” ujar Muhammad.

Sebelumnya, pihaknya diminta Badan Reintegrasi Aceh untuk mengumpulkan jumlah database tapol/napol yang belum mendapat bantuan. Tapi, hal itu telah dipenuhi mantan tapol/napol.

Kemudian, program pelatihan menunjang keterampilan mereka yang pernah diusulkan juga sampai sekarang belum ada keputusannya. “Sekarang kami hanya butuh program pelatihan kerja agar kami bisa bekerja dan bisa menafkahi keluarga,” ucapnya.

Sabariah, seorang janda korban konflik asal Lhokseumawe juga mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dikatakannya, kalau Aceh ingin damai harus dipedulikan janda, anak yatim korban konflik di Aceh.

Proses reintegrasi bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dinilai belum maksimal. Padahal, usia perdamaian antara Pemerintah Indonesia dengan GAM sudah berlangsung 13 tahun.

Usai dari kantor Badan Reintegrasi Aceh, mantan tapol/napol ini menuntut hak mereka ke Kantor Gubernur Aceh. Sementara, mereka ingin berjumpa langsung dengan Gubernur Irwandi. Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat. (cdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here