Puluhan Warga ‘Sandera’ Mobil Dinas

0
177
PULUHAN warga Gampong Lengkong, Kec. Langsa Baro, saat menyandera sejumlah mobil dinas milik Pemko Langsa, Selasa (20/2) siang. Waspada/dede/B
PULUHAN warga Gampong Lengkong, Kec. Langsa Baro, saat menyandera sejumlah mobil dinas milik Pemko Langsa, Selasa (20/2) siang. Waspada/dede/B PULUHAN warga Gampong Lengkong, Kec. Langsa Baro, saat menyandera sejumlah mobil dinas milik Pemko Langsa, Selasa (20/2) siang. Waspada/dede/B

LANGSA (Waspada) : Puluhan ibu warga Gampong Lengkong, Kec. Langsa Baro, menyandera dan menghadang mobil Dinas Asisten III Pemko Langsa, Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa, saat meninjau perizinan pengeboran air bersih di gampong itu, Selasa (20/2) siang.

Mobil dinas yang disandera warga berisi tim peninjauan perizinan usaha pengeboran air bersih, Pemko Langsa dipimpin Assisten III Pemko Langsa, Alfian SH, Asisten II Pemko Langsa, Drs Abdullah Gade MPD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Umar SH, Kabid Pendapatan Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Mahlil SH.

Amatan wartawan, mobil dinas yang ‘disandera’ warga yang merasa geram karena keluhan warga tidak diakomodir pejabat Pemko Langsa dan merasa berang tidak memberikan keputusan untuk menghentikan eksplorasi pengeboran air bersih yang mengakibatkan puluhan rumah retak dan mengeringnya sumur warga.

Penyanderaan mobil dinas itu berlangsung sekitar dua jam oleh puluhan warga yang didominasi para ibu dengan membawa kayu dan mobil tersebut dihalangi dengan sebuah kursi.

“Kami hadang mobil ini sebelum ada keputusan final yang kami tuntut yakni penghentian eksplorasi pengeboran air bersih,” teriak Suryati, warga Gampong Lengkong.

Sementara kondisipun kian memanas karena merasa tidak diresponnya tuntutan para warga yang membuat jalan lintas antar gampong sempat macat karena diblokir para warga yang meminta kejelasan pihak Pemerintah Kota.

“Kami minta segera distop pengeboran air bersih karena sudah sangat meresahkan warga, dan sejauh ini juga para pengusaha tidak mau mengindahkan hasil rapat di mushala,” ungkap Dini.

Sementara Asisten III Pemko Langsa, Alfiandi lokasi menyatakan, kedatangan tim Pemko Langsa kemarin melihat langsung dan mendata ulang terkait perizinan para pengusaha air bersih Gampong Lengkong.

“Memang setelah kita periksa ada beberapa pemilik air bersih yang belum memiliki izin, pun demikian ada juga yang sudah,” kata Alfian. Begitupun, langkah yang diambil yakni merujuk pada kesepakatan awal untuk sementara distop dulu operasi penjualan air bersih yang menggunakan mobil tangki, hanya yang boleh menggunakan becak bermotor ukuran kecil. “Kita harus menghargai keputusan gampong dulu, dan akan kita teliti lebih lanjut,” ungkap Alfian.

Sejauh ini untuk pemilik pengeboran air bersih yang mengantongi izin yakni Paino yang memperlihatkan izin dari Provinsi Aceh. “Kita sudah ada izin dan kita akan selalu menaati apa yang akan diambil pihak pemerintah,” jelas Paino.

Sementara untuk empat pemilik pengeboran air bersih yang ukuran besar lainnya tidak dapat memperlihatkan surat izin yang legal dari Pemerintah. Sekitar tiga jam berselang, baru mobil dinas Pemko Langsa dibebaskan warga setelah pihak Kapolsek Langsa Barat, Aiptu Jamaluddin Nasution dan beberapa personel kepolisian dari Polres Langsa turun ke lokasi mengamankan dan meredam para warga.  “Kita minta para ibu tenang dan jangan ribut, semua persoalan bisa dibicarakan dengan baik-baik,” tukas Jamaluddin.

Akhirnya puluhan warga membubarkan diri dengan kecewa karena tidak ada keputusan final menutup usaha pengeboran air bersih yang hingga kini nasib dan tuntutannya masih menggambang. Lalu warga mendatangi Camat Langsa Baro, Zulhadisyah yang difasilitasi Kapolsek Langsa Barat, Aiptu Jamaluddin Nasution untuk mencari solusi bersama.(m43/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here