Bomb City: Jangan Menilai Buku Dari Sampulnya

0
1857

Tanpa disadari, kita kerap kali dengan mudahnya menilai seseorang dari penampilan. Ketika melihat seseorang mengenakan pakaian yang berbeda dengan orang kebanyakan, kita otomatis membuat sebuah penilaian cenderung negatif. Hal itulah yang ingin disampaikan oleh James Brooks dan Sheldon Chick, yang merupakan sutradara dan produser Bomb City.

Film Bomb City yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang kehidupan anak muda di Kota Amarillo, Texas, Amerika Serikat, pada 1997. Film diawali dengan adegan keributan jalanan dan kemudian berpindah dalam prosesi sebuah persidangan dengan diiringi narasi yang menggambarkan kondisi dan kehidupan sosial anak muda di masa itu.

Brian Theodore Deneke, yang diperankan oleh Dave Davis, baru saja kembali dari New York dan langsung mendatangi sebuah konser musik punk rock. Kemudian, masih dalam alur yang sama, Cody Gates (Luke Shelton) tiba di stadion football untuk mengikuti pertandingan penyisihan antar-sekolah menengah atas.

Keduanya kemudian bertemu di sebuah restoran usai mengikuti kegiatan masing-masing. Cody, yang saat itu datang bersama kedua temannya,  merasa muak saat melihat penampilan teman-teman Brian yang mengenakan jaket kulit dan gaya rambut Mohawk.

Cody lantas mengeluarkan kalimat ejekan yang kemudian langsung mengarah pada adu mulut. Dari situlah cerita bermula. Cody dan gengnya yang berjuluk The Preps mulai mengintimidasi anak-anak punk. Brian yang suatu malam sedang mengantar undangan konser, bertemu dengan anggota The Preps. Sembari mengeluarkan kata-kata kasar, mereka melempar botol bir ke kepala Brian dan langsung kabur.

Perseteruan terus berlanjut ketika The Preps merusak rumah sewa yang ditempati Brian, Jason (kakak laki-laki Brian yang diperankan oleh Dominic Ryan Gabriel) dan King (Henry Knotts). Saat perusakan terjadi, King kebetulan sedang berada di rumah, dan ia langsung mengejar mereka.

King lantas seorang diri menghadapi anggota The Preps yang sedang minum-minum di lapangan parkir sebuah mall. Ia dihajar hingga babak belur dan kemudian kembali ke rumah sewa. Ketika tiba, Brian dan Jason terkejut melihat wajahnya yang dipenuhi luka.

Tidak terima teman dan komunitasnya dilecehkan, mereka lantas beramai-ramai bergegas menuju tempat nongkrong The Preps guna membalas dendam dan berniat ‘mengakhiri perselisihan itu selamanya’.

Dave Davis terlihat menjiwai perannya sebagai Brian. Aktor muda yang membintangi film seri The Walking Dead dan Logan ini baru saja menerima penghargaan sebagai Aktor Terbaik di Nashville Film Festival dan Louisville International Film Festival atas perannya di Bomb City.

Bomb City sendiri merupakan julukan yang disematkan pada Kota Amarillo karena mendukung pabrik perakitan nuklir satu-satunya di Amerika Serikat. Dan jika perang pecah, ketakutan terbesar warga saat itu adalah kemungkinan kota akan diserang terlebih dahulu agar tidak lagi dapat memproduksi bom.

Brooks dan Chick besar di Amarillo. Keduanya masih remaja saat insiden perkelahian antara para anak punk dan The Preps terjadi. Chick memutuskan untuk menyampaikan cerita film aksi-drama ini secara naratif dibanding dokumentar. Karena menurut mereka cara itu dapat memberikan sebuah jalan untuk terhubung dengan para penonton.

“Bagi kami, cerita naratif memiliki sebuah kekuatan yang tidak dapat Anda dapatkan dari membaca atau menonton dokumentar,” ujar Chick. Brooks menambahkan bahwa mereka ingin menyebarkan pesan cinta dan persatuan, meski film mereka mengandung adegan kekerasan.

Film berdurasi 1 jam 35 menit ini dinarasikan oleh Marilyn Manson di awal dan akhir film. Ini cocok sekali dengan tema ‘jangan menilai buku dari sampulnya’. Seperti diketahui, Manson adalah vokalis band metal industrial dengan penampilan ‘mengerikan’ saat tampil di atas panggung.

Namun, saat menarasikan Bomb City, tidak ada kesan ‘urakan’ dan tidak ada yang menduga bahwa dialah naratornya. Manson terdengar cerdas dengan gaya bahasa yang sangat tertata layaknya orang terpelajar. Jika orang melihat penampilan Manson terlebih dahulu, kebanyakan pasti tidak akan mendengarkan apa yang ia coba sampaikan.

Brooks dan Chick sendiri berasal dari dua komunitas yang berbeda, layaknya Brian dan Cody. Brooks merupakan atlet di sekolahnya, sementara Chick kerap tampil di venue tempat Brian Deneke menggelar konser musik punk rock bersama teman-temannya. Dengan rilisnya Bomb City, keduanya ingin agar penonton dapat mengambil makna dari kehidupan Brian. Film ini diproduksi pada akhir 2017 dan baru dirilis pada Januari tahun ini. (Aldion)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here