Calon Haji Tahun 2018 Wajib Baca Ini

0
454
Jamaah calon haji saat menaiki pesawat menuju Madinah.

JAKARTA (Waspada): Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama menyepakati kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1439 H/2018 sebesar Rp345.290 atau 0.99 persen dari tahun lalu. Tahun ini biaya perjalanan haji menjadi Rp35.235.502.

“Kenaikan itu masih di bawah fluktuasi nilai tukar mata uang dan kenaikan pajak pertambahan nilai yang ditetapkan Arab Saudi. Itu adalah komitmen Komisi 8 dan Kemenag,” kata Ketua Komisi 8 DPR RI Ali Taher Parasong saat memimpin pembahasan bersama panitia kerja (panja) BPIH 1439 H/2018 di Gedung DPR RI, Senin (12/3).

Biaya haji tahun ini dipakai untuk komponen penerbangan (tiket, airport tax dan passanger service charge) sebesar Rp27.495.842. Untuk pemondokan di Makkah biayanya sebesar  SAR4.450 dan SAR1.200 di Madinah.

Selanjutnya adalah komponen biaya hidup (living allowance) sebesar Rp5.355.000,  diberikan ke jamaah dalam mata uang Riyal Arab Saudi.

Tahun ini, lanjut Ali Taher, ada sejumlah peningkatan kualitas pelayanan haji. Untuk katering, ditetapkan sebanyak 40 kali selama di Makkah dan 18 kali selama di Madinah. Tahun lalu jumlah katering di Makkah hanya 25 kali. Selain itu, akan ada sarapan pagi selama di pemondokan di Makkah. Waktu tinggal jamaah juga ditingkatkan menjadi 41 hari yang artinya penyewaan pemondokan pun jadi lebih lama.

Untuk wukuf di Arafah, akan ada penambahan pendingin ruangan di tenda-tenda serta penambahan area selama di Mina. Calon jamaah nantinya juga akan disediakan transportasi shalawat dengan rata-rata 450 orang per bus.

Selain itu ada upgrade bus di Masyair (menuju Armina) serta upgrade bus antar kota perjalanan haji. Tas dan koper jamaah juga ditingkatkan kualitasnya, ditambah pelayanan di embarkasi dan pelayanan kesehatan selama  di Arab Saudi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menganggap  kenaikan  biaya perjalanan haji tahun ini masih wajar jika dibanding dengan upaya nyata peningkatan layanan haji yang diupayakan pemerintah dan DPR.

Meski ada kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak pemerintah daerah (baladiyah) di Arab Saudi sebesar masing-masing 5 persen dan kenaikan harga bahan bakar minyak di Arab Saudi yang sangat berpengaruh pada harga komponen penerbangan, pemondokan, katering dan biaya operasional lainnya, pemerintah dan DPR berupaya mencari jalan tengah.

Selain menetapkan BPIH, panja kedua belah pihak juga menyepakati dana taktis (safeguarding) sebesar Rp30 miliar. Dana tersebut digunakan untuk keperluan mendadak selama pelayanan haji berlangsung. (dianw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here