15 ABK Ditangkap Malaysia, Keluarga Mengadu Ke Ketua DPRD 

0
392
Para ibu diterima Ketua DPRD Tanjungbalai, Bambang H Lobo di kediamannya di Jln Pusara Kota Tanjungbalai. Waspada/Rasudin Sihotang

TANJUNGBALAI (Waspada): Belasan kaum ibu mengadu ke Ketua DPRD Tanjungbalai Bambang Harianto terkait penangkapan terhadap suami mereka oleh Bea dan Cukai Diraja Malaysia, Selasa (13/3).

Vera, istri salah seorang awak KM Camar Permai mengatakan suaminya beserta 14 ABK lainnya ditangkap pihak Kastam Negara Malaysia pada 27/3/2018. Para awak kapal ini ujarnya disangkakan membawa dan mengangkut rokok yang dilarang oleh Malaysia.

Wanita itu menuturkan, sesuai pengakuan suaminya, para ABK KM Camar Permai dengan agen pelayaran PT Dewata tidak mengetahui ternyata sebagian jenis barang yang diangkut dari Tanjungbalai ke Malaysia, merupakan jenis yang dilarang masuk. Menurut Vera, persoalan tersebut sudah disampaikan ke perusahaan, namun mereka hanya diberi janji tanpa kepastian terkait pengembalian suami mereka.

Ketua DPRD Tanjungbalai, Bambang H Lobo menyikapi kedatangan kaum ibu tersebut langsung menghubungi pengusaha pelayaran bernama Robin. Bambang meminta agar perusahaan bertanggungjawab dan segera menyelesaikan persoalan ABK dan keluarganya.

Bambang menjelaskan pihaknya akan membawa masalah tersebut ke forum DPRD jika dalam waktu dekat tidak ada titik terangnya. Hal itu guna untuk mencari solusi terkait nasib para ABK dan keluarga yang saat ini terkatung-katung tanpa kejelasan.

Dalam kesempatan itu politisi Golkar ini juga menyesalkan kinerja pihak Bea dan Cukai Teluk Nibung yang dinilai minim dalam hal pengawasan ekspor barang ke luar negeri. Jika pengawasan ketat dan tegas ujarnya, tentu perusahaan tidak akan berani mengangkut barang terlarang.

Sementara itu, Irwan yang datang atas nama PT. Dewata menjelaskan masalah itu sedang diurus oleh Ceko, pengusaha di Malaysia sekaligus pemilik barang yang diangkut KM Camar Permai. Menurut Irwan, Ceko berjanji akan memulangkan para ABK 5 April 2018.

Terkait biaya hidup para keluarga ABK, Irwan berjanji PT. Dewata tetap bertanggung jawab untuk memenuhinya. “Kami harap ibu-ibu dapat bersabar menunggu kepulangan para suami. Untuk biaya hidup keluarga sebelum mereka kembali, tentu kami penuhi,” kata Irwan di hadapan Bambang.

Ke 15 awak KM Camar Permai yang kini mendekam di penjara Sungai Buluh, Malaysia antara lain Jondris Damanik (kapten), Yusri (chief), dan Indra Kesuma (kepala kamar mesin). Sementara anak buah kapal di antaranya, Adilin, Ilham Siregar, M.Ridwan, Ahmad Jais, Andelta Pimen, Syaiful Adil Ginting, Asri Sinaga, Siwa Sankar, Popo, Darno, Zaharuddin, dan Samino. (a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here