Aceh Tamiang Butuh 700 Guru

0
136

ACEH TAMIANG (Waspada) : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tamiang Ikhwanuddin menyampaikan, kabupaten ini membutuhkan tambahan sekira 700 guru PNS untuk tingkat SD dan SMP.

“Kekurangan guru PNS setelah pemerintah tidak membuka lagi rekrutmen CPNS dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,” kata Ikhwanuddin kepada Waspada, Senin (12/3) usai pembukaan penguatan komptensi pengawas sekolah dan kepala sekolah tingkat SD-SMP se Aceh Tamiang yang dilaksanakan di SKB Karang Baru.

Dikatakannya, selain disebabkan tidak ada rekrutmen CPNS untuk tenaga guru, dalam tiga tahun belakangan ini banyak guru-guru PNS yang pensiun. “Jadi kekurangan guru PNS bukan hanya terjadi bagi sekolah-sekolah pedalaman, namun sekolah di perkotaan juga masih minim,” ujar Ikhwanuddin.

Kekurangan guru PNS untuk SD dan SMP,terutama bidang studi Pendidikan Kewarganegraan (PKN), Kesenian, bahasa Indonesia dan olahraga. Karena itu pihaknya mengharapkan Bupati bersama DPRK Aceh Tamiang membuka peluang rekrutmen guru PNS guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayah ini.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Juanda, SIP saat itu menyatakan, menyikapi persolan itu dengan mendorong pemerintah daerah agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

Soal alokasi 20 persen dana pendidikan dari APBK, Ia mengatakan, merupakan amanat Undang-undang dalam penyusunan APBD. Ia juga sangat mendukung program calon kepala sekolah mengikuti seleksi kepatutan yang dilaksanakan instansi terkait di jajaran Dinas Pendidikan.

Namun Juanda menyayangkan para calon kepala sekolah yang mengikuti uji kepatutan itu mengeluarkan biaya pribadi. “Ke depan biaya itu bisa terakomodir dalam APBK Aceh Tamiang, dan alhamdulillah untuk anggaran 2018 Dinas Pendidikan Aceh Tamiang telah mengalokasikan dana Rp 400 juta guna prosesseleksi calon kepala sekolah tingkat TK, SD dan SMP,” sebutnya.

Juanda juga mengharapkan para pengawas dan kepala sekolah tidak bosan meningkatkan kompetensi penguatan pendidikan demi kemajuan pendidikan di Aceh Tamiang. “Terkait fasilitas pendidikan di daerah ini sudah mulai baik, meskipun untuk fasilitas pendukung pendidikan, seperti infrastruktur jalan harus menjadi perhatian,” kata Juanda .(cri/B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here