Kini, Indonesia Punya Lembaga Akreditasi Internasional Prodi Teknik

0
395

JAKARTA (Waspada): Setelah proses panjang sejak 2015 lalu, Indonesia akhirnya memiliki lembaga akreditasi internasional bidang teknik untuk pendidikan tinggi bernama Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Lembaga ini berdiri untuk menjamin pelaksanaan pendidikan berbasis hasil, yakni tenaga profesional keteknikan berkualitas tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Direktur Jenderal Kelembagaan dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Patdono Soewignjo saat acara peluncuran IABEE di Jakarta, Selasa (13/3) mengatakan, peran lembaga akreditasi internasional sangat penting, apalagi di tengah pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Dibutuhkan tenaga keteknikan yang kompeten dan diakui nasional serta internasional.

“Dengan terakreditasi internasionalnya program studi keteknikan ini, diharapkan mampu menciptkan mutu lulusan yang punya kualitas tinggi dan memiliki posisi tawar tinggi di tingkat dunia,” kata Patdono.

IABEE sendiri adalah proyek kerjasama teknis antara Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dan Kemristekdikti (dahulu Ditjen Dikti Kemdikbud) sejak 2014 lalu. Keikutsertaan JICA sebagai konsultan di IABEE adalah upaya memasukkan Indonesia dalam keanggotaan provisial bagi kerangka Washington Accord (WA) pada 2019. Washington Accord merupakan kesepakatan yang dibuat pada 1989 atas prakarsa negara-negara seperti Australia, Selendia Baru, Irlandia, Amerika dan Kanada untuk memastikan kesetaraan gelar dalam bidang teknik diantara negara-negara tersebut. Sampai saat ini sudah ada 19 negara, termasuk Jepang yang menjadi anggota WA.

Saat ini ada sedikitnya 2.500 prodi keteknikan di Indonesia. Dari jumlah itu, IABEE telah berhasi menyusun kriteria serta  instrumen akreditasi bagi 30 prodi seperti teknik sipil, teknik elektro dan teknik industri. Sedangkan dari jumlah 2.500 prodi teknik yang ada, baru 5 prodi dari 3 kampus besar yang terakreditasi A.

“Kami optimis jumlah instrumen akreditasi prodi yang kami susun akan terus meningkat seiring upaya IABEE untuk mendapat tempat di Washington Accord,” kata Ketua IABEE, Illah Sailah.

Sedangkan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta seperti UGM, UI, ITS, ITB, Unair, Universitas Binus, Gunadarma dan Universitas Jayabaya telah siap mengajukak proposal akreditasi internasional lewat IABEE.

Sekretaris Jenderal Kemristekdikti, Ainun Naim dalam pidatonya menyambut baik kehadiran lembaga akreditasi internasional prodi teknik di Indonesia. Menurutnya, Indonesia sangat membutuhkan tenaga kompeten bidang teknik, tidak hanya dari segi kuantitas tapi juga kualitas.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Hermanto Dardak menyambut hangat kehadiran IABEE. Sebagai garda terdepan lahirnya lulusan prodi teknik Indonesia berstandar dunia, IABEE akan menjadi satu standar kualitas di kampus-kampus yang membuka program studi keteknikan.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan, prodi yang telah terakreditasi internasional akan melahirkan lulusan yang juga diakui dunia internasional. Itu artinya tenaga kerja profesional Indonesia memiliki lebih banyak akses dalam jaringan profesional dunia.

“Kondisi demikian nantinya pasti akan mendukung pasar internasional.bagi produk-produk Indonesia,” kata Suryawirawan. (dianw/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here