Isu Ikan Kaleng Berisi Cacing Merebak

0
Foto Ilustrasi : Seorang pedagang menunjukkan Ikan Kaleng dalam kemasan, Minggu(18/3). Belakangan ini beredar isu salah satu merek Ikan Kaleng kemasan terdapat cacingdidalamnya. Waspada/Rizky Rayanda/C
Foto Ilustrasi : Seorang pedagang menunjukkan Ikan Kaleng dalam kemasan, Minggu(18/3). Belakangan ini beredar isu salah satu merek Ikan Kaleng kemasan terdapat cacingdidalamnya. Waspada/Rizky Rayanda/C

BBPOM: Belum Ditemukan Di Sumut

MEDAN (Waspada): Isu ikan kaleng berisi cacing marak di media sosial. Akibatnya, beberapa warga yang ditemui Waspada, Minggu (18/3), mengaku tidak mau mengkonsumsi ikan kaleng setelah melihat video tersebut.

Dalam video berdurasi  51 detik itu, memang terlihat ada gambar berwarna putih panjang,  berbentuk mirip seperti cacing. Namun, apakah itu cacing atau serat ikan, yang pasti masyarakat sudah terlanjur percaya dengan video yang sudah viral tersebut.

Dari akun Facebook Aamel Afa, dalam statusnya mengatakan ‘’di sini ada 2 supermarket yang saya beli sarden,  semuaya ada cacing, dari 7 kaleng yang di beli semuanya ada cacing.

Ini baru beli lagi di pl,  ada juga,dan alhamdulillah sudah ditarik sama orang supermarket dan dinkes juga sudah merespon, tinggal tunggu hasilnya apa betul itu cacing atau yang kata orang itu serat ikan.

’’Seorang warga Marindal Sari, mengaku takut makan ikan kaleng sebelum ada keterangan resmi dari produsen dan pemerintah. “Video yang beredar itu masih pro kontra.

Ada yang bilang itu cacing, ada juga yang menyebutnya serat ikan. Tapi untuk antisipasi, sebaiknya tidak makan dulu sebelum ada keterangan resmi,” ujarnya.

Dia berharap, ada keterangan resmi secepatnya dari pemerintah dan produsen yang memproduksi ikan kaleng tersebut, sehingga masyarakat tidak menduga-duga. “Mudah-mudahan secepatnya ada keterangan resmi,” imbuhnya.

Belum ditemukan

Sementara itu Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan Yulius Sacramento, mengatakan kasus ikan dalam kaleng yang berisi cacing juga jadi salah satu pointer pengecekan/pengujian BPOM.

“Hasil pengecekan kita di Sumut, sampai saat ini belum ditemukan kasus tersebut,”katanya. Dijelaskannya, kasus ikan mackerel dalam kaleng yang berisi cacing, portofolio probabilitynya bersumber dari bahan baku ikannya.

Sehingga belum tentu untuk merek yang sama otomatis berisi yang sama. “Karena sumber bahan baku bisa dari daerah perairan yang berbeda,jadi meskipun merek sama, belum tentu isinya sama,” kata Yulius.

Diakuinya, beberapa tahun silam juga pernah terjadi kasus ikan mackerel berisi cacing, dan memang terbukti bersumber dari bahan baku ikan mackerel yang memang terinfeksi cacing. “Karenanya kita tentu proaktif menelusuri trackingnya, sehingga klarifikasi dan intervensi bisa komprehensif,” tambahnya. (h02/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here