MENDAMBAKAN PEMIMPIN BERKARAKTER RASULULLAH SAW Oleh: WATNI MARPAUNG

0
747

Tahun 2018 merupakan ajang pemilihan kepala daerah serentak di Indonseia. Seluruh komponen masyarakat akan memberikan hak pilihnya untuk memilih calon-calon kepala daerah sebagai pemimpin yang dianggap memenuhi kapasitas. Tidak terkecuali di Sumatera Utara yang akan ikut serta berpartisifasi dalam pemilihan kepala daerah. Sosok Edi Rahmayadi versus Djarot akan menjadi sosok yang terus didiskusikan, dikaji, diekspos sampai dengan terpilihnya menjadi icon perbincangan masyarakat Sumatera Utara.

Tulisan ini tidak bertujuan untuk berpretensi pada salah satu calon tetapi untuk mencoba untuk menjelaskan dengan pendekatan tokoh dan figur yang telah teruji dalam kepemimpinannya dengan sifat-sifat agung yang dimilikinya. Pilihan masyarakat Sumatera Utaraterhadap salah satu calon adalah hak konstitusi yang semua pihak harus menghargai.

Setidaknya, di antara seratus tokoh yang disebutkan Michael Hart memiliki reputasi dan keberhasilan dalam kepemimpinannya adalah Muhammad Rasulullah, bahkan pada posisi pertama dengan segala pertimbangan dan analisis ilmiyah yang diberikannya. Oleh sebab itu, karakter yang melekat pada diri Rasulullah menjadi tolok ukur untuk melihat calon yang akan bertarung dalam kontes Sumatera Utara, sebagai berikut:

Pertama, memiliki sifat berlaku benar. Bahwa sifat yang pertama sekali pada diri Rasul adalah benar. Dalam pengertian Rasul selalu berkata dan berbuat yang benar dalam kehidupannya, tidak  terdapat kebohongan sedikitpun dalam diri Rasul yang berimplikasi kepada loyal dan cintanya masyarakat Islam kepada beliau sehingga mereka tidak hanya berani mengorbankan harta bahkan nyawa sekalipun. Hal ini menunjukkan masyarakat menginginkan pemimpin yang selalu jujur dan terbuka dalam kepemimpinannya. Dengan kata lain, masyarakat sudah bosan dengan pemimpin yang menabur bunga janji tetapi pahit akhirnya. Masyarakat akan melihat track record dan apa yang telah dilakukan maka berbuatlah dengan hati bukan atas kepentingan sesaat.

Kedua, dapat dipercaya. Dapat dipercaya atau trust dalam bahasa Inggris merupakan sifat yang tidak kalah pentingnya bagi pemimpin untuk dapat mengayomi kepentingan orang banyak serta dipilih dan dicinta masyarakat. Dia harus sanggup memperjuangkan amanah yang diberikan masyarakat kepadanya. Oleh sebab itu, rasa kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan suatu hal yang tidak ternilai harganya yang tidak dapat dinilai dengan hitungan nominal. Sifat dapat dipercaya, bicaranya dapat dibuktikan, visi dan misinya tidak hanya “isapan jempol” belaka adalah diantara sifat yang harus dimiliki para calon yang mempunyai keinginan kuat mengubah sebuah masyarakat kepada yang lebih baik lagi.

Ketiga,  cerdas. Sebagai seorangcalon pemimpin yang akan banyak menghadapi berbagai persoalan tentunya harus memiliki kecerdasan dalam melihat perkembangan masyarakat dan kondisi yang mengitarinya. Bagaimana kecerdasan Rasul dalam mendamaikan perseteruan pemimpin kafir Quraiy dalam meletakkan hajar al-aswad (batu hitam) sehingga semua merasakan mendapat keadilan terhadap kebijakan yang diambil Rasulullah merupakan satu indikator kepiawaian Rasul untuk menyelesaikan masalah dengan arif dan penuh kebijksanaan Rasulullah. Jadi, cukup sangat disayangkan jika para calonyang pendidikannya tidak jelas atau bahkan hanya karena nasib sajasehingga dapat menduduki tahta kepemimpinan. Dengan kata lain, bahwa pendidikan dan pengalaman menajdi tolok ukur melihat kemampuan calon untuk membawa masyarakat Sumatera Utara kepada yang lebih baik lagi.

Keempat, sifatmenyampaikan. Pada poin keempat ini menekankan bahwa Rasulullah diperintahkan Allah untuk menyampaikan risalahnya kepada seluruh umat sehingga tidak ada lagi yang tidak mengetahuiya, atas dasar itulah dakwah tidak pernah berhenti dilakukan Rasulullah. Namun, esensi sifat menyampaikan atau dakwah itu tetap relevan dengan kondisi kekinian dimana para calon yang baik harus dapat menyampaikan dengan transparan program yang dicanangkannya sekalipun bertentangan dengan kepentingan elit-elit tertentu. Maka yang dituntut dari sifat ini adalah terwujudnya keterbukaan dan transparansi dalam berbagai bidang tidak saja sebelum duduk dengan visi tetapi yang lebih terpenting pada saat menduduki jabatan dengan anggaran dan sebagaianya.

Tidak diragukan lagi bahwa keempat kriteria sifat di atas merupakan cerminan agung kepribadian yang dimiliki Rasulullah dalam memimpin umat, yang menjadi modal utama Rasul dalam memimpin umat selain tuntunan Allah tentunya yang selalu membimbingnya untuk tidak berbuat salah.Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang mempunyai komitmen untuk mendapat para calon kepala daerah yang terbaik paling tidak dapat memperhatikan keempat sifat yang cerminan diri Rasul. Dengan kepribadian yang mulia tersebut akan menghantarkan masyarakat kepada ksejahteraan dan ketentraman secara keseluruhan.

Sebagamana Rasul dalam kepemimpinannya dapat mengayomi seluruh elemen masyarakat yang tidak hanya kepada umat Islam, namun masyarakat yang non-Islam yang terdiri dari Nasrani dan Yahudi merasakan kearifan dan perhatian Rasulullah kepada mereka semua. Bahkan, Rasul memberikan jaminan kepada kafir zimmi supaya jangan diganggu dengan jaminan jika terjadi pengusikan ketenangan terhadap mereka maka Rasul yang menjadi lawan mereka.

Penutup

Rakyat dan pemimpin merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, keduanya sama-sama membutuhkan untuk berlangsungnya sebuah pemerintahan yang baik. Namun suatu masyarakat lebih maju dan berkembang manakala para calon wakilnya mempunyai kapasitas dan keteladan yang mulia yang dapat dijadikan panutan semua masyarakat. Keempat sifat yang tercermin dari kepribadian Rasulullah di atas merupakan pertimbangan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Sumatera Utarakhususnya untuk memilih pemimpinnya ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here