Urgensi Khatib Bagi Ummat Islam Oleh Heri Azmi, S.Ag, MA Staf Seksi Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam Kantor Kementrian Agama Kota Medan, Pegiat Kajian Keagamaan

0

Memuji pemimpin zalim terhadap umat Islam dan mendoakannya dalam khutbah Jumat tidak dibenarkan dan dianjurkan bahkan perbuatan bid’ah (Imam Nawawi, al-Majmu’…, jilid 4, hlm.521)

Tulisan ini berusaha mengulang kaji hukum Islam tentang kewajiban kita umat Islam menyampaikan dakwah. Khutbah atau ceramah merupakan ibadah dan mendapatkan nilai pahala di sisi Allah SWT bahkan menjadi suatu kegiatan prestisius (mulia) sebagaimana dilakukan ulama terdahulu.

Banyak ulama diberi gelar sebagai al-Khatib seperti al-Khatib al-Baghdadi (w.463 H), al-Khatib asy-Syarbaini (w. 977 H). Karena itu, Khatib haruslah kapabel dan bisa mempertanggungjawabkan keilmuannya, bukan sekedar bicara tanpa arti tetapi lebih dari itu. Pengetahuan khatib akan syarat dan rukun khutbah sangatlah menentukan kualitas khutbah tersebut sehingga menjadi kesan yang luar biasa untuk jamaah yang mendengarnya.

Dalam realitanya pada zaman sekarang ini, khatib dan da’i ketika hendak menyampaikan dakwahnya tidaklah memperhatikan adab khutbah dan tidaklah mempersiapkan bekal keilmuan yang mampuni untuk berkhutbah, sehingga umat bingung apa yang disampaikannya. Pertanyaan nya adalah, apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Jawabannya adalah kurangnya refrensi bahan baca dan kurangnya wawasan seorang khatib. Memperhatikan kebiasaan ulama kita terdahulu dalam persiapan untuk naik ke mimbar pada hari Jumat sangatlah meyakinkan. Seperti Imam Malik senantiasa mempersiapkan dirinya untuk berkhutbah dengan cara mengulang-ulangi hafalan hadis, begitu juga ulama-ulama yang lainnya. Subhanallah.

 Dakwah & Pemahaman Keagamaan

Seorang khatib harus memahami makna dakwah serta urgensinya bagi umat. Karena merekalah seorang panutan (public figur). Secara terminologi dakwah dari literatur yang ditulis pakar dakwah antara lain: Dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik (Aboebakar Atjeh, 1971: 6). Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan Dunia dan Akhirat (Syekh Muhammad Al-Khadir Husain).

Dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata (M. Abul Fath al-Bayanuni). Dakwah adalah suatu aktivitas yang mendorong manusia memeluk agama Islam melalui cara bijaksana, dengan materi ajaran Islam, agar mereka mendapatkan kesejahteraan kini (Dunia) dan kebahagiaan nanti (Akhirat) (A. Masykur Amin). Dari defenisi para ahli di atas maka bisa kita simpulkan dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang Muslim maupun non muslim, dengan cara bijaksana kepada Islam sebagai jalan yang benar melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di Dunia dan bahagia di Akhirat. Singkatnya dakwah seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan adalah mengajak kepada agama Allah yaitu Islam.

Catatan Penting

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik lagi bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Q.S al-Imran : 110).

Ayat ini menegaskan hakikat kewajiban dakwah kepada kita semua umumnya dan terkhusus kepada para khatib. Ada satu hal penting terkait kualitas dan kapabilitas seorang khatib yang akan naik mimbar pada khutbah Jumat dan Idul Fitri maupun Idul Adha. Ada beberapa poin sebagaimana makalah Dr H. Ardiansyah, M.Ag Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara. 1. Seorang khatib banyak bergerak ke kiri dan ke kanan, Imam an-Nawawi (w.676 H) melarang hal tersebut. 2. Menunjuk-nunjuk dan menggerak-gerakkan tangan sebagaimana Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim tentang larangan mengangkat tangan ketika berkhutbah (Lihat Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab shahihnya pada bab al-jum’ah, pasal takhfif ash-shalah wa al-khutbah, no 1443).

  1. Memuji pemimpin zalim terhadap umat Islam dan mendoakannya dalam khutbah Jumat tidak dibenarkan dan dianjurkan bahkan perbuatan bid’ah (dikutip dari pendapat Imam Nawawi, al-Majmu’…, jilid 4, hlm.521). Penulis menghimbau kepada para khatib agar jangan takut menyampaikan kebenaran untuk umat, Sumatera Utara ini umumnya dan khususnya umat Islam butuh pemimpin yang Islam (seakidah). Janganlah memilih yang tak seakidah sebagaimana yang tertuang dalam QS. Al-Maidah: 51.

Zalim menurut hadis shahih diriwayatkan Ibnu Sirin, dimana Nabi Muhammad SAW mengatakan dimana, ”di antara jenis atau bentuk kezaliman dari seseorang kepada saudaranya yaitu jika ia telah menyebutkan suatu keburukan yang diketahui oleh saudaranya serta menyembunyikan semua kebaikannya.” Berdasarkan kisah dari Abu Dzar Al-Ghifari dimana ketika Rasulullah SAW memperoleh wahyu Allah, dan Allah pun berfirman, Wahai hamba-Ku, Aku sesungguhnya telah mengharamkan suatu kezaliman terhadap diri-Ku, Aku pun telah menetapkan kezaliman itu haram bagi kalian, untuk itu janganlah kalian berlaku zalim.

Berdasarkan hadis yang lainnya, dimana Rasulullah SAW pun menyatakan dimana setiap orang harus takut akan kezamilan sebab yang namanya kezaliman merupakan kegelapan yang akan terjadi di hari Kiamat. Berdasarkan penjelasan di atas, kita bisa memahami pengertian zalim menurut ajaran agama Islam, baik menurut Alquran maupun Alhadis. Karena itu sangat disayangkan seorang ustadz mengidolakan sosok pemimpin zalim dan sangat naif jika mendoakannya bahkan ikut mendukung dan memilih pemimpin yang kafir. Nauzubillah.

  1. Duduk dengan jarak yang singkat antara khutbah pertama dan kedua, karena standarnya membaca surat Al-Ikhlas (an-Nawawi dalam kitabnya Raudhah ath-Thalibin wa’ Umdah al-Muftin. Jil 2.h.32). 5. Tidak terlalu panjang dalam menyampaikan 2 khutbah sebagaimana yang disinyalir oleh Imam Muslim bahwa memendekkan khutbahnya dan memanjangkan shalatnya.

 Penutup

Hakikinya Imam dan khatib merupakan orang yang menjadi panutan, teladan dan pemimpin yang diikuti seluruh jamaah. hendaknya Imam dan khatib untuk selalu menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keislaman. Imam dan khatib mesti banyak membaca untuk menambah pengetahuan keislaman, karena bagaimanapun seorang Imam dan khatib pasti akan menjadi tempat bertanya oleh masyarakat soal keislaman.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here