GNPF Ulama Sumut Tuntut Polisi Tangkap Sukmawati

0
Ribuan umat Islam konvoi menggunakan sepedamotor menuju Polda Sumatera Utara, Jumat (6/4). Dalam aksi tersebut mereka menuntut Sukmawati Soekarno Putri diproses hukum karena dianggap telah melakukan penistaan agama saat membacakan puisi. Waspada/Rizky Rayanda

MEDAN (Waspada): Ribuan umat Islam yang tergabung dalam beberapa ormas Islam yang disatukan dengan nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut, mendatangi Polda Sumut. Kedatangan mereka menuntut pihak kepolisian bisa menangkap Sukmawati yang sudah menghina agama Islam yang merupakan agamanya sendiri.

Komando aksi GNPF Ulama Sumut, Raden Muhammad Syafii (Romo) dalam orasinya mengatakan, Indonesia merupakan negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan kepada kekuasaan.

“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu sebagaimana yang tertuang dalam pasal 29 UUD 1945,” kata Romo.

Romo mengaku, kedatangan mereka ke Polda Sumut, karena telah terjadi tindakan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati atas puisinya yang berjudul Ibu Indonesia, di mana cadar dan panggilan azan yang dianggap sakral bagi Umat Islam telah dibandingkan dengan sengaja dan kesadaran penuh oleh Sukmawati dengan budaya Indonesia.

Tindakan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati, kata Romo, sangat jelas dan patut ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian berdasarkan Pasal 156 a huruf a UU hukum pidana meskipun tanpa adanya aduan dari umat Islam.

Maka, sebut dia, berdasarkan hal di atas, GNPF Ulama Sumut yang merupakan gabungan dari berbagai elemen dan Ormas Islam di Sumatera Utara, selaku garda terdepan dalam melakukan penegakan dan perlindungan hak-hak umat Islam di Indonesia khususnya di Sumatera Utara, dengan ini menyampaikan sikap kepada polisi.

“Kami mengecam keras segala bentuk tindakan penistaan terhadap agama Islam, baik yang dilakukan orang perorangan atau golongan maupun pemeluk agama lain,” tutur Romo.

Ratusan umat Islam meminta kepada pihak kepolisian, untuk memproses Sukmawati dengan melakukan upaya penegakan hukum berupa tindakan penangkapan demi terciptanya kerukunan beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Terkait masalah ini, Kapolda Sumut Irjen Pol. Paulus Waterpauw akan meneruskan laporan ini ke Mabes Polri. “Terimakasih kepada kawan-kawan yang sudah menyampaikan aspirasi ke sini dan membuat laporan atas tindakan yang dilakukan Sukmawati. Saya atas nama pribadi dan Kapolda Sumatera Utara, berterimakasih kepada sahabat-sahabat saya yang hadir di sini,” kata Kapoldasu di hadapan ratusan massa yang melakukan unjukrasa yang sudah diterima pihak Polda Sumut, sehingga berkumpul di lapangan Polda Sumut, Jumat (6/4).

Kapolda mengatakan, mudah-mudahan kawan-kawan sekalian kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan aman dan selamat. “Laporan dari sahabat-sahabat sekalian sudah kami terima dan akan kami teruskan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapoldasu menyatakan permohonan maaf apabila ada hal yang tidak berkenan. “Dan semoga kegiatan ini diberkahi Allah SWT,” tuturnya.

Pantauan Waspada, sebelumnya ribuan umat Islam yang tergabung dalam beberapa ormas Islam yang disatukan dengan nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa berkumpul di masjid melaksanakan salat Jumat.

Setelah melakukan Shalat Jumat, ribuan umat Islam dengan dilengkapi sound system dan sejumlah spanduk diiringi turun hujan deras langsung konvoi menuju Mapoldasu Jl. Tanjung Morawa Km 11,5. Namun, di persimpangan Amplas, Ormas Islam yang disatukan dengan nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa sempat mendapat hambatan, tidak diperbolehkan melakukan orasi di Mapoldasu.

Komando aksi lalu berdialog dengan pihak kepolisian dan akhirnya diperbolehkan melakukan orasi di mako Poldasu, dengan memasuki halaman Poldasu. (czal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here