Pelanggan Somasi Pemutusan Aliran Listrik

0
Marudut, SH, MH, MBA, menjelaskan somasi kepada PLN Wilayah Sumut, terkait pemeriksaan yang dilakukan petugas P2TL terhadap Family Fitnes pada Kamis (1/2) lalu. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kinerja PT PLN wilayah Sumut area Medan disoal warga. Selain dinilai kurang efektif dengan masih banyaknya pemadaman bergilir, aksi pemutusan sepihak yang dilakukan juga menuai kecaman dari masyarakat.

Bukan hanya kecaman, namun bentuk somasi juga dilayangkan warga atas pemutusan aliran listrik yang dilakukan pihak PLN, melalui petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di Family Fitnes, di Jalan Royal/Boulevard Komplek Cemara Asri.

Kuasa Hukum Family Fitnes Marudut, SH, MH, MBA kepada wartawan menjelaskan pihaknya sudah melayangkan somasi kepada pihak PLN Wilayah Sumut, terkait pemeriksaan yang dilakukan petugas P2TL terhadap Family Fitnes pada Kamis (1/2) lalu. “Kita keberatan dengan prosedur yang mereka lakukan saat menjalankan pemeriksaan tersebut,” tegasnya, Kamis (5/4) siang.

Menurut Marudut yang didampingi seorang tokoh masyarakat di kawasan Perumahan Cemara Asri, Bahri Siregar, dalam pengecekan yang dilakukan empat orang petugas P2TL, yakni F Yudhi Prabowo, selaku ketua tim, Sudirman, Teguh Wibowo, PD Hutasoit dan seorang personel Pom Dam I/BB, Kristalla, pada Kamis (1/2) sekitar pukul 15.00, petugas mengakui menemukan pelanggaran yang dilakukan PT Famfit Bugar Nusantara, sebagai pelanggan PLN Medan Timur dengan ID pelanggan 120040892702.

“Dalam pemeriksaannya mereka mengatakan kalau pintu gardu luar tidak bersegel dan juga bagi dalam sudah tidak bersegel. Dari itu mereka menganggap kalau kita sudah melakukan pelanggaran,” paparnya.

Namun ditambahkan Marudut, berdasarkan rekaman CCTV milik kliennya, ternyata petugas yang melakukan pengecekan sebelumnya atau tepatnya pada pukul 10.47 hingga 11.00, di hari yang sama sudah sempat datang ke gardu dan melakukan pemeriksaan dan disinyalir sudah melakukan pengrusakan segel gardu, tanpa didampingi oleh pelanggan.

“Jelas ini melanggar ketentuan yang tertera di Pasal 10 ayat (1) huruf b Keputusan Direksi PLN yang menyebutkan ‘Sebaiknya petugas P2TL  tidak menyentuh atau mendekati APP sebelum disaksikan oleh penghuni atau saksi, untuk menghindari dugaan merusak segel sebelum diadakan pemeriksaan’ Itu salah satu yang menjadi keberatan kita,” tegasnya.

Selain itu, Marudut juga mengatakan pihaknya keberatan dengan tanda tangan dari penyidik kepolisian atas nama Edy Sucipto. Karena menurutnya pada saat pemeriksaan Edy sama sekali tidak terlihat bersama dengan petugas P2TL. “Ini juga mereka melanggar ketentuan di Pasal 2 ayat 6 dan Pasal 9 ayat (1) huruf c keputusn Direksi PLN No: 1486.K/DIR/2011 karena seharusnya petugas P2TL mengikutsertakan PPNS atau penyidik kepolisian,” tegasnya.

Bukan cuma itu, setelah pengecekan dan penandatanganan berita acara, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat keberatan ke PLN Wilayah Sumut, namun hasilnya pihaknya malah diperintahkan membayar denda sebesar Rp434.318.520. “Ini kan gila, kita disuruh membayar denda hampir setengah miliar dengan kesalahan yang sama sekali tidak ada kita lakukan. Jelas-jelas berdasarkan rekaman CCTV mereka yang membuka segel tersebut tanpa didampingi pihak kita,” kesalnya.

Untuk itu, kembali ditegaskan Marudut, jika pihak PLN tidak ada menunjukkan iktikad baik dalam penyelesaian masalah ini dan tetap bersikeras agar pihaknya membayar denda yang disebutkan, maka pihaknya akan melaporkan masalah pengrusakan yang dilakukan petugas P2TL ini ke pihak kepolisian. “Kita akan lapor masalah pengrusakan ini ke polisi,” tutupnya.

Sementara itu, Bahri Siregar sendiri mengatakan warga mulai gerah dengan apa yang sudah dilakukan petugas P2TL ini. Menurutnya tindakan yang tidak beretika dari petugas ini sendiri bisa menimbulkan kemarahan warga.

“Kita tidak mau nantinya warga akan tersulut emosinya dengan tindakan seperti ini hingga berlaku anarkis. Jadi kita minta petugas dari PLN bisa sedikit menjaga sikap dalam melakukan pemeriksaan. Jangan seenaknya saja membongkar tanpa melakukan pemberitahuan sebelumnya dan tiba-tiba mengeluarkan keputusan denda,” tegasnya. (m08)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here