Ribuan Massa PA 212 Ancam Demo Besar-besaran

0
Ribuan Aksi PA 212 menggelar orasi di depan kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4).Waspada/Hasriwal AS

JAKARTA (Waspada): Ribuan massa Bela Islam yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan berbagai elemen umat muslim meminta Bareskrim Polri untuk melanjutkan proses hukum dan mengusut tuntas laporan terkait dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri dalam puisi yang dibacakannya.

“Kabareskrim sedang berhalangan hadir, perwakilan Bareskrim sudah menerima laporan kami untuk memproses kasus dugaan penodaan agama oleh Sukamawati,” kata Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif, usai diterima perwakilan Bareskrim, Jumat (6/4).

10 perwakilan yang bertemu langsung dengan Bareskrim, Slamet menyatakan sudah memaafkan Sukmawati. Tapi aksi massa tetap meminta kepolisian untuk mengusut kasus dugaan penodaan agama tersebut.

“Kalau hukum tidak berjalan, buat apa ada polisi, kejaksaan, dan lainnya. Kami minta prosesnya cepat. Secepat proses aktivis muslim yang dihukum,” tambahnya.

Slamet menyatakan, jika Polri tidak memproses laporan terhadap Sukmawati akan ada demonstrasi lanjutan yang lebih besar lagi.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan datang kembali untuk menagih janji kepolisian dengan demo besar-besaran,” ujarnya disambut para demonstran “Siap demo!.

Massa yang diprakirakan mencapai 2000 orang itu bergerak usai Shalat Jumat di Masjid Istiqlal ke kantor Bareskrim Polri di Kawasan Gambir Jakarta Pusat.

Lebih dari 6000 personel Polda Metro Jaya diterjunkan untuk mengawal Aksi Bela Islam yang massanya dari berbagai wilayah di Jabodatabek.

Hingga aksi berakhir menjelang Shalat Ashar, ribuan massa kembali menuju Masjid Istiqlal dengan tertib.

Aksi ini mengingatkan semua umat muslim pada Aksi Bela Islam I dan II ketika mendera Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menistakan surat Al Maidah.

Sebelumnya, anggota PA 212 sekaligus tim advokasi GNPF Ulama Dedi Suhardadi telah melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (4/4) lalu.

Laporan tersebut guna menyikapi puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri hingga ribuan massa turun ke jalan menuntut Polri memproses hukum putri mendiang Presiden Soekarno. (j02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here