1.000 Pejabat Harus Belajar Esensi Revolusi Industri 4.0

0
83

JAKARTA (Waspada): Revolusi industri 4.0 yang digaungkan pemerintah memerlukan sinergi harmonia antara berbagai pemangku kebijakan dan kepentingan. Pemerintah pusat, daerah, organisasi kemasyarakatan, akademisi sampai pelaku bisnis harus memahami konteks substansi dari revolusi industri 4.0.

Untuk itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (foto) mengatakan dalam waktu dekat akan diadakan pelatihan khusus bagi pejabat yang mewakili seluruh pemangku kepentingan untuk memahami apa yang harus dilakukan menghadapi revolusi industri 4.0 dalam bingkai ekonomi digital.

“Pemerintah akan melalukan pelatihan bagi sedikitnya seribu orang pejabat di kementerian, lembaga, organisasi masyarakat, pemerintah daerah sampai dunia usaha. Rencananya awal Juni tahun ini. Sebelum itu ada pelatihan bagi 80 orang instruktur nasional pada akhir April ini,” kata Menristekdikti usai memimpin rapat koordinasi revolusi industri 4.0 di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (11/4). Hadid dalam kesempatan itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Gubernur Lemhanas, Agus Widjodjo.

Revolusi industri dunia yang keempat bagi Indonesia harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya adalah menurunkan angka kemiskinan.

“Bagaimana supaya masyarakat lebih sejahtera tentunya dengan meningkatkan daya saing bangsa, memajukan pendidikan dan teknologi inovasi,” kata Nasir.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pentingnya pelatihan baginpejabat mengingat era revolusi industri harus diantisipasi para regulatori. Saat bisnis banyak berubah dari offline menjadi online  maka kualitas sumber daya manusia yang melayani pun harus ditingkatkan.

“Kami selaku pelayan publik harus mampu beradaptasi dan merubah paradigma. Secara bersama kami akan membuat kurikulum dan program pelatihan,” kata Airlangga. (dianw/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here