DPRD Pertanyakan Pemko Tunda Gaji Honorer Dan Kepling

0

MEDAN (Waspada): DPRD Medan mempertanyakan sikap pemerintah kota (Pemko) yang menunda-nunda pembayaran gaji tenaga honor (honores) Dinas

Kebersihan dan Pertamanan serta kepala lingkungan (Kepling). Informasi terakhir yang terdengar, pada Jumat pekan lalu Pemko baru membayar gaji para honorer untuk bulan Februari. Sementara gaji bulan Maret, masih belum dibayarkan.

Pertanyaan itu disampaikan anggota panitia khusus (Pansus) DPRD Medan tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun Anggaran 2017 Anton Panggabean, saat pembahasan LKPJ dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, di gedung DPRD Medan, Senin (16/4).

Hari itu, rapat pembahasan LKPj Akhir Tahun Anggaran 2017 dipimpin Ketua Pansus LKPj DPRD Medan Rajuddin Sagala. Hadir sejumlah anggota Pansus dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pertanyaan yang dilontarkan anggota Pansus Anton Panggabean kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Irwan Ritonga, menang di luar konteks pembahasan LKPj. Karena hal yang ditanyakannya adalah untuk anggaran 2018. Namun hal ini penting untuk menjawab kegelisahan ribuan tenaga honorer dan Kepling.

Anton Panggabean, sesuai dengan pelimpahan kewenangan penanganan sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan kepada pihak kecamatan, maka secara otomatis dilakukan juga pengalihan tenaga honor dinas tersebut ke kecamatan.

Menurut Anton, awalnya pihaknya mendengar para tenaga honor itu belum mendapatkan gaji sejak awal tahun 2018. Namun kemudian, diperoleh informasi bahwa gaji sampai bulan Februari sudah dibayar pada Jumat pekan lalu. Tinggal sekarang ini gaji bulan Maret.

“Hal yang sama juga terjadi untuk Kepling. Malah mereka mengaku honor mereka dipotong untuk membeli Batik Medan,” sebutnya.

Anton, berharap Pemko segera membayarkan gaji para tenaga honor dan Kepling tersebut. Mengingat tugas-tugas mereka yang sangat berat dalam melayani masyarakat.

“Kasihan mereka. Tenaga honor kebersihan tugasnya sangat berat, mengangkut sampah. Sama halnya dengan Kepling yang tugasnya juga sangat berat. Sementara honor mereka kan sangat kecil. Begitupun pembayarannya tersendat-sendat,” katanya.

Tidak Menunda

Menjawab pernyatan itu, Kabag Keuangan dan Aset Daerah Medan Irwan Ritonga, menyebutkan pihaknya tidak ada menunda-nunda pembayaran gaji tenaga honor dan Kepling. Malah dalam Surat Edaran (SE) Bagian Keuangan dan Aset Daerah, diharapkan tanggal 5 setiap bulannya gaji sudah terbayarkan.

Irwan Ritonga, juga mengaku keuangan Pemko Medan tidak devisit. Katanya, saat ini uang Pemko yang tersimpan di Bank Sumut masih ada Rp275 miliar. Itu merupakan kelebihan dari pembayaran yang dilakukan pihaknya selama ini sebanyak Rp500 miliar lebih. ‘’Jadi uang kita (Pemko) ada,’’ katanya.

Begitupun, Irwan Ritonga, mengaku adanya keterlambatan pembayaran gaji tenanga honor dan Kepling, seperti yang disebut anggota dewan. Karena itu dia mengaku sudah meminta Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) untuk memonitor masalah ini. ‘’Dan Kabag Tapem sudah janji akan memanggil camat untuk menyelesaikan masalah ini,’’ katanya. (m12/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here