Anak Bawah Umur Dijadikan PSK, Kopaja Demo

0
Massa Kopaja Tanjungbalai berunjukrasa menuntut penutupan tempat maksiat yang semakin banyak. Waspada/Rasudin Sihotang 

TANJUNGBALAI (Waspada ): Massa Komunitas Parlemen Jalanan (Kopaja) Kota Tanjungbalai turun ke jalan berunjukrasa terkait menjamurnya tempat maksiat khususnya temuan anak bawah umur dijadikan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di daerah Jln Jenderal Sudirman, KM 7, Selasa (17/4).

Orasi Kopaja diawali dari bundaran PLN Jln Jenderal Sudirman berlanjut ke Kantor Wali Kota Tanjungbalai. Selain menggunakan pengeras suara, pendemo juga membentangkan spanduk sebagai bentuk proses terkait razia Dinas Sosial yang terkesan tebang pilih.

Nazmi Hidayat, melalui pengeras suara mengatakan penyakit masyarakat merupakan perilaku penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma sosial dan agama berpengaruh besar pada kehidupan masyarakat. Menjamurnya tempat hiburan, penginapan, kos-kosan, karaoke, dan perhotelan diduga menjadi faktor utama pemicu perkembangan penyakit masyarakat di kota kerang.

Selain itu, faktor ekonomi selalu dijadikan alasan untuk membenarkan perbuatan terlarang tersebut. Banyaknya pengusaha tempat maksiat sampai saat ini ungkapnya belum tersentuh penertiban baik dari Pemko Tanjungbalai maupun aparat penegak hukum lainnya.

Dalam kesempatan itu Kopaja meminta kepada Wali Kota, M Syahrial menindak tegas oknum Kadis Sosial karena diduga tebang pilih pada razia tempat maksiat beberapa waktu lalu. Wali Kota juga didesak agar memerintahkan Kakan Perizinan mencabut izin usaha yang menyalahi aturan.

“Kami menuntut Dinas Sosial Kota Tanjungbalai kembali melaksanakan penertiban penyakit masyarakat di seluruh tempat hiburan, penginapan, rumah kos, karaoke, dan hotel yang kami duga menjadi tempat transaksi dan kegiatan maksiat tanpa tebang pilih,” ujar orator lainnya, Syahrizal Manurung.

Selain itu, Kopaja juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum petugas yang dengan sengaja membekingi tempat maksiat apalagi saat ini puasa Ramadhan sudah di ambang pintu.

Wakil Wali Kota Tanjungbalai, H Ismail saat menerima pengunjukrasa mengatakan akan menyampaikan aspirasi Kopaja pada rapat yang akan dilaksanakan pada hari kamis 19 April 2018. Rapat tersebut katanya mengagendakan kordinasi peninjauan ulang izin usaha seluruh tempat hiburan dengan modus karaoke keluarga di seluruh Kota Tanjungbalai. (a14/a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here