Prabowo Harus Hormati Mandat Rakyat

0
net

MEDAN (Waspada): Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Joko Susanto, mengatakan kalau merujuk survei mana pun, tidak ada sosok yang bisa mengimbangi popularitas mau pun elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden RI saat ini selain Prabowo Subianto.

“Karena itu, wajar jika sebagian masyarakat yang tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi-JK dalam lima tahun ini, menaruh harapan besar ke pundak Prabowo. Apalagi beliau sudah menyatakan siap maju sebagai calon presiden (Capres) 2019,” kata Joko Susanto.

Joko Susanto menegaskan hal itu ketika kepada Waspada, Selasa (17/4), menanggapi pemberitaan di salah satu media asing yang membeberkan pertemuan antara Prabowo dengan Luhut Panjaitan. Di mana dalam pertemuan itu, disebutkan ada potensi penawaran untuk memasangkan Jokowi dengan Parbowo, namun dengan berbagai catatan.

Dalam konteks ini, menurut Joko Susanto, secara etika politik sebaiknya Prabowo Subianto tidak tergoda segala tawaran yang berpotensi tidak sesuai dengan harapan masyarakat yang nyata memberikan dukungan kepadanya untuk ‘bertarung’ di Pilpres 2019.

“Prabowo harus menghormati mandat yang diberiikan kader Gerindra dan sebagian rakyat yang tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi-JK. Ada etika politik yang harus dihormati Prabowo, sehingga kepercayaan masyarakat tidak ternoda,” tegasnya.

Joko Susanto berharap dukungan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini tidak dijadikan sebagai alat untuk bargaining dengan pihak-pihak tertentu demi kepentingan politik. Apalagi, jika merujuk survei mana pun, tidak ada sosok yang bisa mengimbangi elektabilitas Jokowi, selain Prabowo Subianto.

Dia mengatakan masyarakat memberi dukungan kepada Prabowo, karena diyakini bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. ”Harapan dan dukungan mayarakat itu jangan dijadikan alat negosiasi. Bila ini terjadi tentu rakyat kecewa, dan sampai kapan pun tidak akan percaya lagi, ” tegasnya.

Beranikan diri

Pada bagian lain, Joko Susanto mengatakan semua elit dan tokoh muda bangsa harus memberanikan diri maju di Pilpres 2019 . Sebab, sambungnya, semakin banyak capres alternatif akan membuat pesta demokrasi tahun depan menjadi baik.

“Saya pikir semakin banyak calon presiden akan semakin baik,” katanya.

Dia mengakui, menjelang Pemilu 2019 ada banyak nama tokoh yang digadang-gadang maju sebagai calon presiden. Misalnya, nama Anis Matta dari PKS, Zulkifli Hasan (Ketua PAN), Agus Harimurti Yudhoyono, Jenderal Gatot Nurmantyo dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB).

Kemunculan nama baru tersebut dalam bursa Capres memberi implikasi positif. Pasalnya, masyarakat akan disuguhkan dengan banyak pilihan. Dengan begitu kekhawatiran akan terbelahnya masyarakat lantaran hanya ada dua pilihan bisa diantisipasi dengan menghadirkan nama-nama baru sebagai pilihan alternatif publik.

“Semakin banyaknya calon presiden pada Pemilu 2019, maka semakin banyak pula pilihan bagi rakyat untuk memilih calon pemimpinnya,” katanya.(m49/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here