Melindungi Taman Nasional Leuser Dengan Teknologi

0
Aktor Leonardo DiCaprio berfoto bersama Farwiza dari HAkA dan Rudi Putra dari FKL di Taman nasional Gunung Leuser, Aceh. (Paul Hilton)

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional dan lokal saat ini bekerja sama memerangi pembalakan dan perburuan liar untuk melindungi Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, dengan bantuan teknologi satelit.

Global Land Analysis & Discovery (GLAD), sebuah laboratorium Universitas Maryland, Amerika Serikat, World Resources Institute (WRI), organisasi riset dunia, dan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) bersatu untuk melindungi wilayah ekosistem terbesar ketiga dunia itu dengan bantuan aplikasi pemantau citra satelit bernama Global Forest Watch (GFW).

Berada di bawah Hutan Amazon Amerika Selatan dan Taman Nasional Kongo, Afrika, Taman Nasional Gunung Leuser yang memiliki luas 2,6 juta hektar merupakan rumah bagi beragam tumbuhan dan satwa langka seperti badak, harimau, beruang madu, dan orangutan.

Namun, taman nasional tersebut mengalami kerusakan akibat pembalakan dan perburuan liar serta bencana alam. Hal itu kemudian menjadi fokus utama dunia internasional dan yayasan setempat untuk menanggulanginya.

Aktor kenamaan Hollywood, Leonardo DiCaprio, dan yayasannya termasuk salah satu yang berfokus menanggulangi penebangan pohon, penambangan ilegal, serta perburuan liar, yang mengancam kelangsungan hidup habitat hutan hujan tersebut.

GLAD yang bekerjasama dengan HAkA berjuang melindungi kelangsungan hidup lingkungan warga Aceh dengan berbagai langkah teknis yang terpadu. Langkah pertama adalah dengan menunjukkan berbagai ancaman yang ada di taman nasional itu.

Kemudian tim analis akan menggunakan pencitraan satelit WRI untuk menciptakan sebuah peta yang menunjukkan adanya pembalakan liar atau aktivitas ilegal. Foto-foto itu kemudian akan diserahkan oleh HAkA kepada Forum Konservasi Leuser (FKL) yang kemudian terjun langsung mengantisipasi aktivitas illegal tersebut bersama warga setempat.

Terlebih dengan adanya teknologi GFW, area yang mengalami penebangan liar akan dapat dengan mudahnya terpantau. Para penyidik dari FKL dapat dengan cepat menuju ke lokasi yang dilaporkan mengalami ancaman.  Teknologi tersebut juga memungkinkan anggota HAkA bergerak cepat dalam hal penyediaan informasi bagi penyidik dan otoritas setempat.

Dengan demikian, para pengawas hutan mendapat membagi dan menerima laporan terbaru. Sejak diluncurkan pada September 2017, GLAD telah menerima banyak masukan dari berbagai kelompok, seperti HAkA, untuk meningkatkan teknologi perangkatnya agar semakin efisien dan efektif.

Hal itu semakin menambah optimisme dalam melindungi Taman Nasional Gunung Leuser. Terlebih dengan adanya publisitas dari Leonardo DiCaprio dan pemerintah setempat yang tanggap terhadap masalah semacam ini, harapan akan kelangsungan perlindungan lingkungan di sekitar taman nasional itu semakin terlihat baik. (And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here