Gabungan Advokat Eramas Siap Kawal Pilgubsu

0
Waspada/Ardan Para advokat yang menjadi Tim Bantuan Hukum dan Advokasi Eramas foto usai deklarasi.

MEDAN (Waspada): Gabungan advokat di Sumatera Utara yang menamai diri Tim Advokasi dan Bantuan Hukum Eramas menyerahkan dukungannya secara resmi kepada ketua Tim Pemenangan Hery Utomo di rumah pemenangan Eramas Jl. A. Rivai, Medan, Rabu (16/7).

Gabungan advokat yang berjumlah 81 orang ini sepakat menyatukan sikap menjadi Tim Bantuan Hukum dan Advokasi untuk membantu masyarakat pendukung Eramas yang mengalami atau melihat adanya pelanggaran pada Pilkada Sumut 2018.

“Kami akan mendampingi masyarakat yang dirugikan haknya. Apabila masyarakat tidak berani melaporkan ke Panwaslu ataupun Gakkumdu,” papar Koordinator Tim Advokasi Adi Mansar Lubis.

Adi menambahkan kalau bantuan yang diberikan kepada masyarakat nantinya tidak akan dipungut biaya, selain itu Tim Advokasi yang dibentuk juga untuk mencerdaskan pendukung Eramas agar tidak kecolongan soal pelanggaran atau pidana yang kerap terjadi pada masa kampanye.

“Kami tidak akan memungut biaya nantinya dan kami akan membantu mencerdaskan masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah hukum dan sosial yang dihadapi pelanggar hukum serta menumbuhkan kesadaran hukum yang berkeadilan pada Pilgubsu 2018,” imbuh Adi.

Adi menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari advokat-advokat sendiri, bukan merupakan ajakan dari tim pemenangan Eramas. Adi mengklaim bahwa orang-orang yang tergabung merupakan orang-orang yang berpengalaman pada kontestasi Pilkada.

“Kami di sini bukan karena diundang, ini adalah murni kesadaran dan orang-orang yang tergabung merupakan orang yang selama ini berkecimpung di dunia pilkada,” tandasnya.

Ketua Tim Pemenangan Eramas Hery Utomo langsung menerima surat dukungan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas inisiatif para advokat ini. Hery menyambut baik hal ini karena menurutnya tim pemenangan juga membutuhkan tenaga hukum.

“Pada saat ini kami sangat butuh tenaga untuk mendampingi masyarakat Sumut, banyak persoalan di lapangan yang perlu bantuan hukum,” tukasnya.

Hery juga mengungkapkan bahwa gaung Pilgubsu di beberapa daerah masih tertutupi oleh Pemilihan Kepala Daerah (Bupati) setempat. Selain itu juga masih banyak terjadi pelanggaran, persoalan e-KTP juga masih menjadi polemik. Menurutnya ada satu juta suara yang hilang pada Pilgubsu 2018 jika dibanding dengan Pilgubsu lima tahun silam, itu penyebabnya adalah masih banyak warga yang belum punya e-KTP.

“Ada satu juta yang hilang karena e-KTP. Masyarakat perlu didampingi agar bisa punya KTP untuk memilih. Terima kasih karena mau membantu dengan sukarela demi membantu masyarakat dapat keadilan,” pungkas Hery. (h02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here