Serangan Di Markas Polda Riau, Ustadz Ipda Auzar Meninggal Ditabrak Teroris

0
658
Ipda Auzar semasa hidupnya merupakan polisi yang shaleh dan memiliki pesantren untuk anak kurang mampu.Waspada/Istimewa

PEKANBARU (Waspada) : Aksi teror ynag menyerang Markas Polda Riau menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga besar Polri.
Inspektur Dua (Ipda) H.Auzar (55), personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau yang berhasil mematahkan serangan sekelompok orang dengan menggunakan sebuah mobil warna putih menabrak Ipda Aura.

Ipda Aura yang sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Ipda Aura yang dikenal rajin ibadah hingga dikalangan Polda Riau almarhum disebut sebagai ustadz itu baru saja melaksanakan Shalat Dhuha sebelum sekelompok teroris tersebut menabraknya.

“Kami semua merasa kehilangan sosok beliau. Bukan hanya polisi tapi juga ulama dan ustadz di sini,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Syarifudin di Pekanbaru, Rabu (16/5).

Almarhum Ipda Auzar kata Rudi, memulai karirnya di Lantas Polda Riau sejak Bintara hingga kini menyandang pangkat Ipda.

BACA : Giliran Mapolda Riau Diserang Teroris, Tiga Teroris Tewas

Selama menjadi anggota Polri, almarhum yang sudah menunaikan ibadah Haji sangat aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, dan kerap memberikan tausiah hingga disebut sebagai salah satu ustadz yang disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat.

“Almarhum memiliki pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung. Kami sangat kehilangan beliau,” kata Rudi.

Menurut Rudi, almarhum ditabrak mobil kelompok teroris itu barus melaksanakan Shalat Dhuha di Masjid Polda Riau yang berlokasi di lantai dua.

“Almarhum rutin melaksanakan Shalat Dhuha. Sebelum kejadian, juga sempat memberikan pengarahan jadwal tausiah dan kegiatan Ramadhan di lingkungan Masjid Polda Riau,” terang Rudi.

Usai itu kata Rudi, almarhum turun ke bawah untuk kembali ke ruangan kerja dan seketika mobil Avanza yang dikendarai teroris langsung menabraknya. “Kami sangat berduka dan kehilangan, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Rudi.

Sebelumnya, aksi teror yang menyerang Mapolda Riau oleh empat orang teroris yang nekad menerobos masuk dengan menabrak penjagaan polisi dan wrtawan, Rabu (16/5) pukul 08:30.

Melihat itu, anggota Polisi lain langsung bersigap melakukan tindakan penembakan sambil megejar mobil yang dibawa pelaku. Dari empat pelaku, tiga tewas di tempat, sedangkan satu lagi terluka akibat tembakan polisi.(j02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here