Serangan Teroris Makin Agresif

0
195
Seorang dari tiga teroris yang tewas saat menyerang Markas Polda Riau, Kamis (16/5) pagi tadi.Waspada/Istmewa

JAKARTA (Waspada) : Rentetan serangan teroris di Markas Kepolisian yang kali ini menyerang Markas Polda Riau menunjukkan kawanan teroris makin agresif melakukan aksinya pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Serangan yang dilakukan teroris semakin masif dan agresif, terutama terhadap polisi. Agresifnya serangan teroris mengharuskan Polri mengubah strateginya. Antara lain membuat jarak aman antara polisi yang berjaga dengan kendaraan yang akan masuk ke Markas Polisi,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada Waspada di Jakarta, Rabu (16/5).

Menurut Neta, Polri harus makin gencar memburu kantong-kantong teroris untuk menciduk mereka dan mempersempit ruang geraknya.

“Lima hari pascakerusuhan Rutan Mako Brimob, pergerakan dan pergeseran sejumlah kantong terorisme seperti di Riau oleh kelompok teroris Jamaah Asnharut Daulah (JAD) pimpinan Boy yang semula tidur bangkit dan bergerak. Gerakan perlawanan JAD ini mengirimkan 10 orang ke Jakarta dan 2 orang berhasil ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan,” ungkap Neta.

BACA : Serangan Di Markas Polda Riau, Ustadz Ipda Auzar Meninggal Ditabrak Teroris

Sedangkan penyerangan di Markas Polda Riau bisa dimaknai tiga hal yakni, pertama balas dendam terhadap kawan mereka yang ditangkap di Palembang.

Kedua JAD Riau ingin menunjukkan eksistensi kelompok Riau pasca kerusuhan Rutan Mako Brimob di pacaturan teroris internasional. Ketiga serangan ini untuk menyongsong divonisnya Aman Abdurahman di PN Jakarta Selatan.

“Dari kasus ini, Polri tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan segera memburu kawanan teroris yang bergerak dan bergeser sebelum mereka melakukan aksi yang lebih besar lagi dan membunuh orang-orang yang tak berdosa,” ujar Neta.(j02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here