Hidupkan Ramadhan, Kafilah Turun Ke Perbatasan

0
29

BANDA ACEH (Waspada): Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh mengirimkan 22 mahasiswa terbaiknya yang tergabung dalam Kafilah Dakwah Ramadhan ke daerah-daerah perbatasan dan pedalaman Aceh.
Daerah itu diantaranya mencakup Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Simeulue. Tujuan pengiriman mahasiswa binaan Dewan Dakwah Aceh pada kegiatan bertema ‘Dai menyapa perbatasan dan pedalaman Aceh’ ini adalah berdakwah dan menghidupkan Ramadhan di daerah-daerah yang masyarakatnya kurang mendapatkan dakwah dan pemahaman keislaman.

“Selama Ramadhan, di daerah itu mereka akan mengisinya dengan berbagai kegiatan. Diantaranya menjadi Imam shalat tarawih, khutbah Jumat, ceramah Ramadhan, pelatihan TPA, pesantren kilat dan tahsin Alquran,” ungkap Direktur ADI Aceh Dr Muhamamd AR MEd, kepada Waspada, Rabu (16/5).

Dosen UIN Ar-Raniry ini menjelaskan, dai-dai yang dikirim ke perbatasan mahasiswa yang juga berasal dari daerah itu. Sehingga diharapkan setelah mereka selesai pendidikannya akan kembali berkontribusi lebih besar dan kontinu kepada masyarakat tempatan.

“Usai menyelesaikan pendidikan S1 dan S2, mereka akan kembali ke daerah asalnya mengabdi dan berkhitmad kepada daerahnya. Sebab jika hanya mengandalkan dai dari luar daerah, tidak akan dapat banyak berkontribusi disebabkan jarak tempuh yang jauh,” jelas Dr Muhamamad.

Ia juga menambahkan,sebelumnya para mahasiswa itu telah mengikuti pembekalan di Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet, Kec.Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Ketua Panitia M Reza Adlani,S.Sos mengatakan, kegiatan itu dilakukan melatih kemampuan dan mengaplikasikan ilmu yg sudah mereka dapatkan selama belajar di ADI Aceh.

“Pada hakikatnya ilmu tidak akan bermanfaat jika tidak disampaikan dan dipraktekkan langsung di tengah-tengah masyarakat. Jadi sangatlah penting mengader para dai dari daerah ini untuk kelanjutan dakwah pada masa mendatang,” kata Reza.

Sementara Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCLMA sangat mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Kata dia, ini bentuk partisipasi dan keseriusan serta komitmen Dewan Dakwah Aceh dalam membantu pemerintah untuk mengawal daerah-daerah di perbatasan dan pedalaman Aceh dari hal yang tidak diinginkan.

“Dewan Dakwah Aceh sangat siap dan akan senantiasa bersama pemerintah Aceh berdakwah di daerah perbatasan dan pedalaman Aceh itu yang juga daerah rawan akidah. Tentunya diperlukan juga kerjasama dari semua pihak terutama pemerintah Aceh untuk mengawalnya,” imbuh Tgk Hasanuddin. (b02/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here