Marak Aksi Terorisme, Ini Pernyataan Sikap Ormas Islam Dan Komunitas Dakwah

0
663
SEJUMLAH Pengurus Ormas Islam dan Komunitas Dakwah di Sumut, menggelar konferensi pers terkait aksi terorisme ,di Masjid Agung Medan, Kamis (17/5) sore. Waspada/Mursal AI

MEDAN (Waspada): Puluhan Ormas Islam dan Komunitas Dakwah di Sumut, mengeluarkan tujuh pernyataan sikap terkait aksi terorisme di Surabaya dan Riau.

Salahsatu pernyataan sikap tersebut di antaranya, meminta DPR dan pemerintah membentuk tim pencari fakta yang terdiri dari aparat penegak hukum, ulama/tokoh agama, dan anggota DPR untuk membongkar dalang aksi terorisme tersebut.

“Mohon maaf, kita sekarang hanya menerima informasi dari polisi saja. Itu yang valid kita anggap. Sementara informasi yang beredar di media sosial, kita tidak tahu apakah hoax atau benar. Tapi meyakinkan, ini yang berbahaya di masyarakat. Maka diperlukan sekarang, ada tim pencari fakta atau tim investigasi,” kata Ketua Gerakan Islam Pengawal (GIP) NKRI Masri Sitanggang didampingi Ketua BKM Masjid Agung Medan Azwir Ibnu Azis dan lainnya di Masjid Agung Medan, Kamis (17/5) sore.

Selain itu membentuk Tim Pencari Fakta, adapun isi dari pernyataan sikap lainnya yakni Pertama, menyesalkan kejadian dan mengutuk  aktor intelektual tragedi bom gereja di Surabaya, Mapolresta Surabaya, serta Mapolda Riau, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip-prinsip semua agama.

Kedua, menyatakan duka sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dalam kejadian tersebut dan meminta pemerintah untuk memberikan bantuan baik material maupun non material kepada keluarga korban. Ketiga, mengajak seluruh lapisan masyarakat Islam untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan mengisolasi tindakan-tindakan yang dapat merusak kedamaian NKRI.

Keempat, mengajak seluruh elemen untuk dapat bersama-sama menjaga perdamaian antar-umat beragama tanpa saling curiga. Kelima, meminta kepada DPR, Pemerintah serta Tokoh Agama/Ulama agar membentuk Tim Investigasi Independen yang menyelidiki kasus tersebut.

Keenam, menolak cara-cara penanganan dan penanggulangan hal-hal yang berkaitan dengan kasus tersebut yang melanggar nilai HAM, melecehkan nilai-nilai dan lambang-lambang agama apapun.

Ketujuh, menyerukan kepada DPR dan Pemerintah untuk dapat menyelesaikan RUU Terorisme yang dapat menjadi payung hukum dalam mengungkapkan dan menanggulangi tindak pidana terorisme yang berlandas kepada perspektif Hak Asasi Manusia.

Tidak Pas

Masri juga menjelaskan, ada beberapa hal yang menurut Ormas Islam dan Komunitas Dakwah di Sumut, tidak pas penanganan oleh Polri terhadap penanggulangan teroris yang kemudian berdampak pada masyarakat.

“Seperti dalam video yang beredar, seorang santri yang harus dipaksa membongkar bawaannya oleh polisi, ini justru bukan membuat suasana makin nyaman. Kalau ini berlanjut maka ini menjadi teror baru pula terhadap orang yang mau mengamalkan agamanya,” tuturnya.

Dia kembali menegaskan, aksi teror ini tidak ada kaitannya dengan agama manapun. “Kalau begitu secara tersirat maka kita khawatir orang yang memainkan ini orang yang tidak percaya pada agama, jangan-jangan komunis sedang bermain untuk mengadu domba kita,” sebutnya.

Adapun 21 elemen yang memberikan pernyataan sikap di antaranya, Ketua MUI Medan Prof Dr H Mohd. Hatta, Ketua BKM Masjid Agung Ustad Azwir Ibnu Aziz, Ketua GNPF Ulama Sumut Ustad Heriansyah SAg, Ketua GIP NKRI Dr Masri Sitanggang MP, Ketua Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Drs Leo Imsar Adnans dan lain-lain. (h02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here