Penembakan di Sekolah Texas Tewaskan 10 Orang

0
Polisi bergegas menuju SMA Santa Fe, Texas, usai menerima laporan adanya penembakan di lokasi tersebut pada Jumat (18/5) pagi waktu setempat. (Steve Gonzales/Houston Chronicle via AP)

HOUSTON, Texas (Waspada): Seorang remaja 17 tahun yang membekali dirinya dengan sebuah shotgun dan pistol melepas tembakan membabi-buta yang menewaskan 10 orang dan melukai 10 lainnya di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Houston, Texas, Amerika Serikat, Jumat (18/5) pagi waktu setempat.

Otoritas setempat menyebut insiden berdarah itu sebagai yang terburuk setelah serangan mematikan di sekolah Florida. Insiden yang telah menimbulkan diadakannya kampanye pengawasan senjata oleh para remaja.

Gubernur Texas, Greg Abbott, mengatakan, saat ini pelaku berhasil diamankan polisi serta dikenai tuduhan pembunuhan. Polisi juga menemukan alat peledak di sekitar sekolah. Abbott menyebut insiden kali ini sebagai “salah satu serangan mengerikan dalam sejarah sekolah di Texas.”

Hingga berita ini diturunkan, para penyidik masih belum memberikan penjelasan terkait motif penembakan. Abbott menjelaskan, pelaku awalnya hendak bunuh diri, namun kemudian menyerah karena tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.

Penembakan di SMA Texas ini hanya berselang 3 bulan setelah penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang. Dan dipastikan akan kembali menimbulkan perdebatan terkait regulasi kepemilikan senjata.

Baca juga: Penembakan di Sekolah AS, 17 Tewas

“Ini (penembakan) terjadi di mana-mana. Saya merasa insiden semacam ini akan terjadi di sini juga. Saya tidak terkejut, saya hanya takut,” ujar Paige Curry, salah satu siswa SMA Santa Fe, yang menjadi lokasi penembakan, kepada stasiun televisi KTRK.

Menurut keterangan Gubernur Texas, di antara korban yang terluka adalah petugas keamanan sekolah. Ia merupakan orang pertama yang berhadapan dengan pelaku dan terkena tembakan di tangannya.

Salah satu siswa lainnya, Zachary Muehe, kepada New York Times mengatakan bahwa sesaat sebelum insiden berlangsung ia melihat pelaku memegang shotgun dan mengenakan kaus bertuliskan ‘Born to Kill’ (Terlahir untuk Membunuh).

“Mengerikan saat melihatnya melepas tembakan. Saya ingat melihat desingan peluru yang menghantam meja. Saya ingat saat melihat peluru berdesing melewati wajah saya,” tukasnya.

Baca juga: Penembakan oleh Anak 12 Tahun di AS

Berdasarkan keterangan Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri, Michael McCaul, pelaku yang diidentifikasi sebagai Dimitrios Pagourtzis meneriakkan kata, “kejutan” sebelum mulai menembak.

Ia akan langsung didakwa pada Jumat sore waktu setempat. Jaksa dilaporkan telah mempelajari kasusnya untuk digelar di persidangan. McCaul yang juga seorang mantan jaksa penuntut berharap dapat Departemen Keadilan menambah dakwaan kepemilikan senjata berbahaya terhadap pelaku.

Berdasarkan penyelidikian sementara, Pagourtzis membawa shotgun dan pistol kaliber .38 milik ayahnya yang membelinya secara legal. Namun belum diketahui apakah sang ayah mengetahui anaknya membawa senjata-senjata tersebut.

Diketahui, Texas memiliki hukum kepemilikan senjata yang sangat longgar di AS. Negara bagian itu juga baru saja menggelar konferensi tahunan National Rifle Association of America (NRA) awal bulan ini. NRA merupakan sebuah organisasi non-pemerintah yang mendukung hak untuk memiliki senjata. (Associated Press/Aldion)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here