Kotak Hitam Pesawat Cubana Ditemukan

0
PARA anggota tim penyelamat memeriksa lokasi jatuhnya pesawat milik maskapai pemerintah Kuba, Cubana de Aviacion, di area persawahan di sekitar Santiago de las Vegas sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Havana Jose Marti, Kuba, pada Jumat (18/5), pukul 12.08 waktu setempat. Sebanyak 110 orang dilaporkan tewas. (AP Photo/Ramon Espinosa)

HAVANA, Kuba (Waspada): Kotak hitam (black box) pesawat milik maskapai pemerintah Kuba, Cubana de Aviacion, yang jatuh di Havana telah ditemukan dalam kondisi baik. Kotak hitam yang ditemukan telah diserahkan kepada tim penyidik.

“Kami juga akan mendapat kotak hitam yang lain dalam beberapa jam ke depan,” kata Menteri Transportasi Kuba Adel Yzquierdo Rodriguez, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (19/5). Dua kotak hitam berisi rekaman suara di kokpit pesawat dan rekaman data penerbangan, akan menjadi kunci dari penyebab utama kecelakaan pesawat.

Pesawat dengan nomor penerbangan DMJ 0972 itu jatuh di area persawahan di sekitar Santiago de las Vegas sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Havana Jose Marti, Kuba, saat akan terbang menuju Kota Holguin pada Jumat (18/5), pukul 12.08 waktu setempat. Sebanyak 110 orang dilaporkan tewas.

Baca juga: Pesawat Jatuh di Aljazair, 181 Orang Tewas

Rodriguez menjelaskan, pesawat saat itu membawa 113 orang, termasuk di antaranya 3 turis, 2 warga asing, dan 6 kru pesawat asal Meksiko. Tiga orang berhasil diselamatkan dari puing pesawat, tetapi dalam kondisi kritis.

“Tiga wanita sekitar 30 tahunan selamat dari kecelakaan terburuk di Kuba selama 30 tahun terakhir, namun mereka dalam kondisi kritis, menderita luka bakar dan trauma,” kata Direktur Rumah Sakit di Kuba.

Operator Nasional Kuba mengatakan kecelakaan tersebut terjadi karena adanya masalah keamanan, tetapi hingga kini penyebab kecelakaan belum diketahui pasti. Pesawat yang diterbangkan dan jatuh usai lepas landas berjenis Boeing 737-200 yang dibuat pada 1979.

Baca juga: Pesawat Penumpang Iran Jatuh, 66 tewas

Pesawat beserta awaknya dari Meksiko disewakan dari perusahaan Global Air di Meksiko, ke perusahaan penerbangan Kuba Cubana de Aviacion. Pesawat berusia 39 tahun itu diklaim telah melewati pemeriksaan keamanan pada November tahun lalu.

Otoritas penerbangan sipil Meksiko turut mengirim tim ahli ke Kuba untuk membantu para pejabat mengetahui apa yang menyebabkan kecelakaan itu. Boeing juga menawarkan bantuan teknis jika diperlukan.

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel langsung meninjau lokasi kecelakaan tersebut. “Saya takut jika terdapat banyak korban tewas dalam insiden ini,” katanya. Kecelakaan pesawat dengan jumlah korban besar terakhir di Kuba terjadi pada Juli 1997 silam di kawasan perairan Santiago de Cuba. Saat itu, pesawat Antonov-24 jatuh, dan menewaskan 44 penumpangnya. Termasuk di dalamnya dua warga Brasil, dan dua warga Spanyol. (afp/rtr/Aldion)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here